AAK Diminta Bangun Kampus di Kajen

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WISUDA AAK : Bupati Pekalongan, Amat Antono saat melakukan penyerahan penghargaan kepada wisudawan/wisudawati AAK terbaik, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISUDA AAK : Bupati Pekalongan, Amat Antono saat melakukan penyerahan penghargaan kepada wisudawan/wisudawati AAK terbaik, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Meski sudah melakukan wisuda sebanyak 13 kali, hingga kini Akademi Analis Kesehatan (AAK) Pekalongan belum memiliki gedung untuk proses belajar secara mandiri di Kabupaten Pekalongan. Bahkan untuk melakukan wisuda mahasiswanya, Rabu (9/9) kemarin, AAK menggelar di Hotel Sahid Mandarin Kota Pekalongan.

Karena itulah, Bupati Pekalongan, Amat Antono, yang didaulat melakukan penyerahan penghargaan bagi tiga wisudawan terbaik, berharap AAK Pekalongan bisa membangun kampusnya di Kajen, Kabupaten Pekalongan. Apalagi saat ini masih banyak lahan di Kecamatan Kajen yang luas dan bagus untuk mendirikan perguruan tinggi. “AAK semakin berkembang pesat dan mulai diterima masyarakat. Tentunya, bisa segera membangun kampus di Kajen,” harap Bupati.

Pendidikan, kata Bupati, merupakan jembatan untuk meraih kesuksesan masa depan, meski tidak harus ditempuh di jalur formal. Sedangkan perguruan tinggi adalah salah satu kunci memajukan bangsa. Untuk itu, seharusnya para akademisi dapat menjadi penggerak atau inspirator penguasaan ilmu pengetahuan.

“Saya berharap agar para akademisi dan kita semua, meningkatkan ilmu pengetahuan mulai dari bangku sekolah hingga ke laboratorium. Sesungguhnya, persaingan di masyarakat kian ketat, apalagi perkembangan iptek di dunia kesehatan sangat pesat. Apabila kita tidak mau mengembangkan pendidikan, akan tersingkir oleh yang kreatif dan inovatif,” tegas Bupati Antono.

Sedangkan Direktur Akademi Analis Kesehatan (AAK) Pekalongan, dr Tuti Suparyati menjelaskan bahwa AAK senantiasa meningkatkan SDM dengan mengikuti program studi, pelatihan, dan pertemuan ilmiah. Serta memberikan materi perkuliahan dengan mengikuti perkembangan teknologi, agar mahasiswa AAK memiliki daya saing yang diperhitungkan di dunia kerja.

Sementara itu, tiga mahasiswa terbaik adalah Rahmawati Wulandari dengan IPK 3.82, Argo Ganda Gumilar dengan IPK 3.73 dan Nikmatus Sholiha dengan IPK 3.70. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -