Bulog Tingkatkan Serapan Beras

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Perum Bulog Divre Jawa Tengah terus meningkatkan penyerapan setara beras. Hal ini sebagai antisipasi apabila terjadi pemunduran musim tanam.

Kepala Bulog Divre Jateng Usep Karyana mengatakan, penyerapan hingga awal September ini telah mencapai 360 ribu ton dari target serapan tahun 2015 sebanyak 505 ribu ton. Sedangkan untuk ketersedian beras, masih mencukupi hingga 5,5 bulan atau awal Januari 2016. “Kami optimistis target penyerapan tahun ini bisa terpenuhi. Sebagian daerah di Jawa Tengah hingga saat ini pun masih banyak yang panen. Di antaranya Salatiga, Pekalongan dan Brebes,” ujarnya, kemarin (10/9).

Selain itu, untuk mengantisipasi adanya pemunduran musim tanam, pihaknya terus meningkatkan penyerapan. Pada bulan Juli, serapan beras antara seribu hingga dua ribu ton per hari, Agustus – September serapan mulai ditingkatkan. Saat ini, menurutnya, penyerapan per hari antara 3.000 sampai 4.000 ton per hari.

Peningkatan serapan tersebut juga tak lepas dari upaya Bulog dalam merangkul lebih banyak mitra. Dari awal tahun ada sekitar 200 mitra Bulog di seluruh Jawa Tengah, saat ini mitra Bulog telah mencapai sekitar 300. “Kalau dari 200 mitra bisa menyerap antara 1.000 hingga 2.000 ton per hari-nya, maka dengan 300-an mitra diharapkan penyerapan per hari bisa stabil antara 3.000 hingga 4.000 ton,” tandasnya.

Peningkatan serapan setara beras kelas medium dan premium ini, lanjutnya, tak hanya untuk memenuhi kebutuhan raskin, namun juga untuk memenuhi fungsi Bulog sebagai stabilisator harga. “Kalau harga turun, kami bisa jual harga lebih tinggi, sehingga petani tidak merugi. Sedangkan bila harga melambung tinggi, kami stabilkan dengan menjual stok beras kami dengan harga yang lebih rendah,” tegas Usep. (dna/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -