Dikeluhkan, Mobil Besar Lewati Jalur Alternatif

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TUNTANG – Perbaikan Jembatan Tuntang yang dimulai sejak beberapa waktu lalu mengakibatkan lalu lintas di jalur utama Salatiga -Semarang macet. Terkait hal ini, arus lalu lintas baik yang dari arah Salatiga menuju Semarang maupun sebaliknya dipecah ke beberapa jalur alternatif, salah satunya melalui jalur Ambarawa-Salatiga.

Pemecahan arus ini berdampak pada penumpukan kendaraan saat jam-jam sibuk. Berdasarkan pantauan, di jalur Salatiga-Ambarawa, tepatnya di wilayah Desa Sraten pada Kamis (10/9) pukul 14.00 WIB, sejumlah kendaraan mulai dari mobil pribadi hingga bus antar kota menumpuk dari arah Salatiga.

Lurah Sraten, Rokhmad Samsudin mengatakan, kondisi tersebut mulai dikeluhkan warga lantaran beberapakali nyaris menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Seharusnya, yang dialihkan ke jalur Ambarawa ini mobil kecil dan sedang. Kondisi jalan juga sempit dan rawan kecelakaan, kami juga menurunkan relawan pemuda untuk ikut mengatur arus,” terang Rokhmad.

Sementara itu salah seorang warga Salatiga yang bekerja di Semarang, Haryanto mengaku sejak jembatan Tuntang diperbaiki dirinya terpaksa berangkat lebih pagi dari biasanya untuk menghindari macet. Bahkan, kata dia, jika kondisi jalan utama sudah macet, dirinya terpaksa memutar melewati jalur Ambarawa.

“Sudah sejak beberapa hari ini saya berangkat lebih awal, lebih pagi. Saat pulang sampai di rumah biasanya jam lima, sekarang jam tujuh baru sampai. Terkadang saya terpaksa memutar lewat Ambarawa kalau sudah terlihat antrean panjang,” jelas Haryanto.

Sebagaimana diketahui, jembatan Tuntang diperbaiki pemerintah. Imbasnya jalur berkurang dari dua menjadi satu jalur dan dengan volume kendaraan yang banyak, akhirnya terjadi penumpukan antrean kendaraan cukup panjang. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung selama 90 hari kedepan. (sas/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -