Ita : Budidaya Mangrove Layak Dikembangkan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BERPOTENSI BESAR: Calon Wakil Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama sejumlah relawan saat menanam bibit mangrove dan cemara laut di Kampung Ngebruk, Mangunharjo, Tugu, kemarin. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
BERPOTENSI BESAR: Calon Wakil Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama sejumlah relawan saat menanam bibit mangrove dan cemara laut di Kampung Ngebruk, Mangunharjo, Tugu, kemarin. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)

SEMARANG – Potensi kawasan pesisir Kota Semarang menarik perhatian Calon Wakil Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu. Wanita yang akrab disapa Ita ini tertarik dengan budidaya tanaman bakau di Kampung Ngebruk, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu. Masyarakat di wilayah tersebut mampu menyulap tanaman mangrove menjadi bahan pewarna batik, makanan, hingga obat asam urat.

“Selain berfungsi sebagai penahan abrasi. Warga di sini memanfaatkan tanaman bakau menjadi berbagai produk yang layak dijual. Ini tentu membanggakan dan layak dikembangkan,” ujar Ita saat berkunjung ke Kampung Ngebruk, Kamis (10/9).

Pasangan Hendrar Prihadi maju Pilwalkot tersebut kemarin melihat sendiri budidaya mangrove yang dikembangkan ibu-ibu Kelompok Pengrajin Batik Mangrove Srikandi Pantura. Dia juga mencicipi produk Kelompok Pengolah Jajanan Mangrove Bina Citra Karya Wanita

Ia mengakui, hasil olahan bakau sebenarnya memiliki nilai ekonomi tinggi bagi para petani. Produk seperti kerupuk, sirup, keripik, es cendol, hingga batik mangrove sangat layak dijual. “Saya lihat sendiri bagaimana masyarakat di sini kreatif mengolah mangrove menjadi berbagai olahan pangan yang lezat. Hanya saja, pemasarannya memang masih kurang,” kata wanita dengan ciri khas kerudung merah tersebut. Selain bakau, getah tanaman api-api yang juga ditanam di wilayah tersebut dimanfaatkan sebagai obat asam urat.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -