PB Bintang Perkasa Kuasai Unggulan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGGULAN PERTAMA: Alif Estu, andalan PB Bintang Perkasa Semarang yang cukup diperhitungkan di kelompok tunggal taruna putra. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNGGULAN PERTAMA: Alif Estu, andalan PB Bintang Perkasa Semarang yang cukup diperhitungkan di kelompok tunggal taruna putra. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

JELANG dimulainya ajang Djarum Foundation Kejurkot Walikota Cup Ke-42 Tahun 2015, PB Bintang Perkasa sudah unjuk kekuatan di kelompok tunggal taruna putra. Pada kelompok tersebut, mereka mendominasi posisi unggulan. Yakni menduduki seeded unggulan satu, dua dan unggulan tiga. Sedangkan posisi unggulan empat, ditempati wakil PB Altrec, Bagas Aristyan Wahyu.

Tiga posisi unggulan dari PB Bintang Perkasa itu adalah Alif Estu Widado sebagai unggulan satu, The Titus unggulan dua, dan Ilham Syah Putra sebagai unggulan tiga. Skema unggulan inipun tidak jauh berbeda dari kejurkot seri pertama tahun 2015 bulan Maret lalu. Hanya saja waktu itu, Ilham Syah Putra turun di posisi unggulan empat, sedangkan Bagas Aristyan Wahyu di posisi unggulan tiga.

Menilai posisi tersebut, PB Bintang Perkasa diprediksikan berpeluang kembali mendominasi babak puncak. Sebab, seri sebelumnya mereka mampu meraih all final Bintang Perkasa. Namun demikian, hal ini tentunya dapat berubah apabila ada non unggulan dari klub lainnya dapat memberi kejutan mengalahkan unggulan.

Di sisi lain, posisi unggulan di kelompok tunggal lainnya hampir merata. Referee Pertandingan Suwardito menuturkan, tidak adanya klub yang mendominasi posisi unggulan selain taruna putra, membuat pertandingan semakin ketat. “Secara umum kekuatan tiap-tiap klub pada kejurkot ini berbeda dari kemarin. Terutama para pemain yang menduduki unggulan. Unggulan taruna putra masih sama, tapi kelas-kelas yang dibawahnya relatif berbeda. Ini satu tantangan bagi pemain untuk membuktikan kemampuan, sekaligus kesempatan meraih prestasi,” ujarnya. (fiq/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -