Djoko: BRT Harus Menjangkau Permukiman

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Kondisi transportyasi di Kota Semarang masih memprihatinkan. Mulai dari kelaikan jalan, fisik, hingga jumlah angkutan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang masih minim. Belum menjangkau kawasan permukiman.

Hal tersebut terungkap dari hasil penelitian laboratorium transportasi Universitas Katholik Soegijapranata (Unika). “Mendasari amanat UU 23/2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan, pemerintah wajib menjamin tersedianya angkutan umum yang selamat, aman, nyaman dan terjangkau. Tujuan pengembangan transportasi umum, yaitu memberi layanan angkutan umum sesuai amanat UU tersebut. Serta untuk mendorong perpindahan penggunaan angkutan umum dari kendaraan pribadi oleh pengguna jalan,” kata Ketua tim peneliti Djoko Setijowarno, kemarin.

Djoko menjelaskan, hingga kini jumlah layanan koridor BRT masih belum menjangkau kawasan pemukiman. Selama ini, jumlah angkutan umum yang ada sangatlah minim. Jalur BRT juga masih terbatas. Menurutnya, menambah jumlah armada BRT dan menambah jumlah layanan koridor yang mendekati serta menjangkau kawasan permukiman merupakan solusi. Pasalnya, saat ini di Semarang terdapat lebh dari 150 kawasan perumahan dan klaster yang tidak dilayani transportasi umum.

“Padahal 99 persen awal penggunaan jalan berasal dari kawasan perumahan. Jika seperti itu terus, lantas kapan pelajar digratiskan mengunakan angkutan umum. Yang diharapkan masyarakat kita ya itu. Murah kalau bisa gratis terutama untuk pelajar. Bahkan, buruh, PNS/TNI/Polri, pensiunan juga wajib mendapat tarif khusus. Jika belum tersedia, pengguna kendaraan pribadi semakin meningkat. Semenara kapasitas jalan tidak bertambah, akhirnya kemacetan yang terjadi,” tuturnya.

Tahun ini, laboratrium transportasi Unika juga mengkaji potensi perpindahan moda penumpang BRT Trans Semarang. Berdasarkan data laboratorium transportasi Unika, karakteristik pengguna BRT trans Semarang yaitu mayoritas berusia 23 hingga 40 taun. Lebih spesifik, untuk lulusan SLTA sebanyak 53 persen, pelajar sebanyak 28 persen, dan masyarakat yang berpenghasilan antara Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta sebanyak 52 persen.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -