Dua Pekerja Tewas Tertimpa Paku Bumi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

GEMAH – Proyek pembangunan gedung di kompleks Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Amino Gondohutomo Jalan Brigjen Sudiarto, Pedurungan, Semarang, memakan tumbal. Dua pekerja proyek tewas seketika akibat tertimpa paku bumi dari besi, Kamis (10/9) sekitar pukul 21.00.

Kedua korban adalah Suramin, 55, warga Singorojo, Kendal, dan Heri, 25, warga Desa Kaliwungu, Kabupaten Temanggung. Saat kejadian, keduanya tengah tidur di dalam bedeng atau tempat tidur pekerja proyek.

Selain dua korban tewas, sopir crane Mukmin, 35, warga Curug Pangkah, Kabupaten Tegal, dan Agus, 40, warga Semarang Timur, juga mengalami luka-luka. Para korban luka dirawat di IGD RSJ Amino Gondohutomo.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, peristiwa tragis itu bermula saat paku bumi atau tiang pancang hendak dipindahkan menggunakan alat berat crane oleh Mukmin. Namun celaka, saat paku bumi diangkat, crane tersebut oleng hingga menyebabkan paku bumi terjatuh menimpa rumah bedeng, tempat kedua korban tidur pulas.

”Paku bumi itu semula berada di sebelah utara hendak dipindahkan ke sebelah selatan,” kata saksi Supoyono, 30, yang juga sebagai pekerja konstruksi di lokasi kejadian, kemarin.

Namun saat paku bumi diangkat, lanjut Supoyono, ternyata crane mengalami oleng hingga berbalik. Akibat oleng tersebut, paku bumi terpelanting hingga jatuh menimpa rumah bedeng. ”Korban Suramin dan Heri sedang tidur di dalam bedeng. Sedangkan satu lagi pekerja, Agus yang juga di dalam bedeng, hanya mengalami luka di bagian kepala,” terangnya.

Rumah bedeng yang terbuat dari kayu tripleks dan beratap asbes itu hancur tertimpa tiang pancang. Nahas dialami Suramin dan Heri. Tubuh keduanya tertindih tiang pancang hingga tewas seketika. ”Sedangkan Agus hanya tertimpa reruntuhan puing bedeng,” katanya.

Dijelaskan Supoyono, crane tersebut sebelumnya sudah memindahkan sebanyak empat tiang pancang paku bumi. ”Kecelakaan itu terjadi saat crane memindahkan tiang pancang yang kelima. Sebelumnya berjalan lancar,” ujar Supoyono.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -