Target Loloskan 30 Atlet

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Jawa Tengah mengirimkan 30 atlet wushu, terdiri atas 11 atlet sanda (pertarungan) dan 19 atlet taolu (peragaan jurus) dalam Kejurnas Wushu yang juga babak kualifikasi PON XIX/2016 di Bandung, 22-26 September mendatang.

Manajer Tim Pra-PON Henny Setyawati menjelaskan, pihaknya menargetkan, semua atlet yang dikirim ke Pra-PON mampu meraih tiket ke PON. Melihat materi yang dimiliki, berdasarkan latihan di pelatda, dan try out ke Jakarta dan Yogyakarta, atletnya punya peluang besar untuk lolos.

”Progres selama latihan bagus. Mereka juga diharapkan tak sekadar lolos, tapi bisa membuktikan bisa menjadi terbaik,” kata Henny ketika ditemui di kantor KONI Jateng, Semarang, Jumat (11/9) kemarin.

Menurut dia, di bawah polesan tangan dingin pelatih asal Cina Gao Dezhen, para atlet sanda menunjukkan perkembangan teknik yang dahsyat. Dezhen punya resep yang bisa membentuk atletnya tampil beda.

”Memang ada sentuhan yang beda kepada anak-anak. Ajaran dia (Dezhen), bahwa latihan itu sama dengan pertandingan. Anak-anak sudah punya refleks bertanding jauh-jauh hari ketika mereka latihan,” katanya.

Selain itu, kata Henny, dalam try out ke Yogyakarta 28-30 Agustus lalu, para atlet taolu juga mendapatkan pelajaran dari para juri taolu. Pasalnya, meskipun lawatan ke Yogyakarta dalam bentuk uji coba tapi dikemas dalam bentuk simulasi dengan dinilai para juri. ”Begitu selesai, para juri langsung memberi evaluasi. Anak-anak jadi tahu, apa saja gerakan yang masih kurang,” imbuhnya.

Henny menyebut, bahwa tingkat persaingan Pra-PON masih ketat. Selain atlet langganan Pelatnas, SEA Games turun, juga sejumlah provinsi seperti Sumut, DKI Jakarta, Jatim sudah menggunakan pelatih asing dan atletnya berguru ke luar negeri.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -