Tegur Dokter Nakal

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menargetkan seluruh masyarakat Indonesia bisa menjadi peserta sampai 2019 mendatang. Sedangkan tahun ini, ditekankan pada badan usaha lingkup besar yang wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan ini.

“Dari sini, langkah BPJS Kesehatan akan terus melakukan sosialisasi ke seluruh elemen masyarakat untuk mencapai target dan semua masyarakat bisa menikmati layanan kesehatan maksimal,” terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali yang juga membawahi kota Salatiga, Nurifansyah kemarin.

Mengenai penetapan target, Nurifansyah menjelaskan jika hal itu sebagai salah satu alat untuk melakukan evaluasi. Pasalnya, jika di tahun 2019 mendatang, ada yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan maka akan mendapatkan sanksi. Selain itu, dengan masuk menjadi peserta BPJS Kesehatan, sesuai dengan undang-undang (UU) maka seluruh penduduk akan mendapatkan perlindungan sosial khususnya masalah kesehatannya.

“Jika memang tahun 2019 itu, belum menjadi peserta maka akan kena sanksi,” tandas Dokter Nurifansyah kepada wartawan, disela-sela media gathering BPJS Kesehatan Kantor Cabang Boyolali dengan wartawan di Salatiga, Kamis (10/9).

Nurifansyah menambahkan, pihaknya juga telah memberikan sejumlah teguran kepada dokter atau rumah sakit yang tidak sesuai standar dalam menangani pasien BPJS. Untuk menjadi lebih baik, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk bisa melaporkan secara rinci jika ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Sejak BPJS Kesehatan ini digulirkan, di tengah masyarakat banyak orang yang nekat mengaku petugas BPJS. Mereka itu tanpa identitas yang jelas melakukan penipuan dengan meminta sejumlah uang kepada masyarakat yang menjadi incarannya dengan dalih untuk mempercepat pembuatan kartu BPJS. “Itu penipuan dan silahkan tangkap atau laporkan saja ke pihak berwenang” tambahnya.(sas/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -