Ditodong Pisau, Ponsel Melayang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PEKALONGAN – Seorang pelajar, Mochamad Salafudin, 15, menjadi korban penodongan. Atas kejadian tersebut, dirinya kehilangan ponsel kesayangannya, Kamis (10/9) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Kejadian bermula saat pelajar yang tinggal di Jalan Teratai No 59 A Poncol Pekalongan Timur, Kota Pekalongan itu bermain bersama temannya. Saat sedang mengendarai sepeda motor, tiba-tiba korban melihat temannya Jasuli, 14, warga Pringrejo Pekalongan Barat Kota Pekalongan dihentikan oleh seseorang yang tidak di kenal.

Saat didekati, tersangka berdalih menghentikan mereka untuk meminta pertanggungjawaban. Dengan menuduh korban dan temannya memukuli adiknya. Untuk itu tersangka mengajak korban untuk menemui adiknya di rumah. Karena takut korban mau diajak tersangka. Setelah itu korban dibonceng tersangka dan diikuti dua orang teman tersangka. Namun tidak sampai rumah yang dimaksud, rombongan tersangka menghentikan motor di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Makam Jeruksari, Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Setelah turun dari kendaraannya, tersangka langsung menodong korban dengan menggunakan pisau lipat. Meminta ponsel merek Oppo warna hitam milik korban. Dengan cara digeledah oleh dua teman tersangka. Setelah mendapatkan ponsel tersebut, korban disuruh pulang jalan kaki oleh para tersangka. Atas kejadian tersebut, korban langsung melapor ke Polres Pekalongan Kota.

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Supadi mengungkapkan kejadian penodongan tersebut kini sedang diusut. “Kami sudah menerima laporan tersebut. Kini dalam proses pengusutan. Ini juga menjadi peringatan bagi orang tua untuk lebih mengawasi anaknya,” ucapnya. Ditambahkan Supadi, atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 2,4 juta. Pelaku kini masih dalam penyelidikan. (han/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -