Lama Vakum, Tahun Depan Rekaman

Lucky Power, Pelopor Heavy Metal Pertama di Semarang

706

”Dulunya kita itu teman ngumpul. Antara saya dan Musthapa. Siapa sangka, Musthapa yang sebenarnya saat itu kerap memainkan musik keroncong juga mampu memainkan musik heavy metal yang saat itu masih jarang anak muda yang tahu,” ujar Adhi saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, berkisah tentang awal terbentuknya band tersebut.

Karena Musthapa memiliki permainan gitar yang kala itu jarang dimiliki oleh anak muda, lantas diajaklah untuk bermain musik di jalur underground. Pada tahun 1985 musik underground memang tidak banyak yang melirik.

Selain identik dengan lirik yang sarat kritik sosial, musik heavy metal pada zaman itu kerap diidentikkan dengan premanisme. Namun, stigma tersebut mencoba untuk dihilangkan dari pandangan masyarakat oleh mereka.

”Saat itu memang musik yang paling populer adalah dangdut dan keroncong. Di dunia internasional, Indonesia saat itu dikenal biangnya musik dangdut. Namun ketika musik rock menasbihkan dirinya sebagai raja bagi anak muda, seperti kota-kota besar lainnya di awal tahun 90-an, Semarang pada tahun itu pun terkena wabah musik keras,” katanya.

Personel Lucky Power sendiri juga memiliki latar belakang prestasi yang membanggakan. Habib pernah meraih drummer terbaik All Indonesia Police Music Competition di Jakarta tahun 1989. Luck Power meraih tiket sebagai finalis Yamaha Music Explotion di Jakarta di tahun yang sama.

”Saat tahun 1988 terbentuklah secara resmi Lucky Power. Pada tahun 1990 kita langsung ikut tur keliling Indonesia, meski saat itu hanya sebagai band pembuka dari beberapa band papan atas seperti Goodbless,” tuturnya.