Lama Vakum, Tahun Depan Rekaman

Lucky Power, Pelopor Heavy Metal Pertama di Semarang

706

Beberapa panggung besar kerap dijajaki oleh band tersebut. Antara lain sepanggung bersama Anggun C Sasmi, Boomerang, dan Grass Rock pada tahun 90-an. Akhirnya pada 1992 beberapa lagu berhasil diciptakan.

”Namun pas kita mau ke Jakarta untuk recording, diminta membayar Rp 50 juta. Saat itu masih tahun 1993, otomatis kami mundur. Uang segitu menurut kami saat itu, sangat banyak sekali. Bahkan, sekelas band yang namanya belum besar. Alasan pihak recording untuk biaya produksi,” katanya.

Tak lama kemudian, sang drummer memilih untuk mengundurkan diri dan menurut penuturan Adhi sempat bergabung dengan Power Metal, yaitu band metal asal Surabaya. Beberapa nama juga sempat mampir mengisi formasi band ini. seperti halnya Anwar Fatah, yang merupakan gitaris dari Power Slaves, band rock dari Kota Semarang dan Agung Yudha yang sempat menjadi penggebuk drum Dewa 19. Pada tahun 1998 Lucky Power dinyatakan vakum untuk waktu yang tidak bisa ditentukan.

”Dan saat itu, masing-masing personel mencari karir sendiri-sendiri. Saya ke Jakarta, Harsono kini di Bandung sempat menjadi kapolres juga. Bahkan, sekarang jadi tim Tipikor Polda, Musthapa di Pengadilan Tinggi. Kini saya ingin menghidupkan Lucky Power lagi. Setelah sekian lama vakum. Tujuan saya cuma satu, agar Semarang bisa menjadi trendsetter musik-musik cadas,” tuturnya.

Seperti diketahui, hingga kini trendsetter musik cadas masih dipegang oleh kota-kota besar seperti halnya Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Selain itu, ia juga tengah merangkul semua komunitas musik yang ada di Kota Semarang.