Pembangunan Pagar Bumi Perusahaan Furniture Disoal

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MINTA DIBONGKAR: Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Nunung Sriyanto melihat kondisi pagar bumi milik PT Pasific Pertama Indonesia yang disoal warga RT 2 RW7 Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, kemarin. (Ist)
MINTA DIBONGKAR: Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Nunung Sriyanto melihat kondisi pagar bumi milik PT Pasific Pertama Indonesia yang disoal warga RT 2 RW7 Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, kemarin. (Ist)

WONOSARI-Pembangunan pagar bumi milik PT Pasific Pertama Indonesia di wilayah RT 2 RW 7, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, disoal warga setempat, lantaran mengganggu akses. Sejumlah warga pun mengeluhkan persoalan tersebut kepada DPRD Kota Semarang.

Kemarin (14/9), anggota Komisi C DPRD Kota Semarang melakukan tinjauan ke lokasi untuk mengecek kondisi sebenarnya. Dari pantauan, beberapa rumah warga akses jalannya tertutup oleh pagar bumi yang dibangun PT Pasific Pertama Indonesia. Dari informasi, pembangunan tersebut dengan alasan keamanan.

Menurut Ketua RT 2, Prihadi, perusahaan furniture tersebut sudah ada sejak 25 tahun lalu. Dan selama ini dianggap tidak pernah bermasalah dengan warga. Bahkan alasan pembangunan pagar karena masalah keamanan dianggapnya tidak realistis. “Selama ini pihak manajemen perusahaan tidak membuka komunikasi dengan warga, bahkan keinginan warga untuk berdialog juga tidak pernah dibalas dengan baik. Jadi memunculkan kesan kalau perusahaan ingin menyingkirkan warga dengan menutup akses jalan warga,” terangnya.

Mendengar keluhan tersebut, Komisi C mengajak Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP), Satpol PP Linmas, lurah, serta camat setempat, mendatangi perusahaan yang bergerak di bidang perlengkapan rumah tangga tau furniture itu.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -