Sempat Dua Kali Gagal, Kini Dipatenkan LIPI

Siswa SD Temukan Detektor Berat Tas Sekolah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KREATIF : Siswa SD Al Azhar menemukan detektor beban untuk tas sekolah, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF : Siswa SD Al Azhar menemukan detektor beban untuk tas sekolah, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Prihatin melihat banyak siswa yang tidak menyadari beban yang dipanggul sehari-hari, mendorong siswa SD Al Azhar 29 menemukan detektor berat untuk tas sekolah. Seperti apa ?

EKO WAHYU BUDIYANTO

BAGI siswa sekolah, tas merupakan salah satu piranti yang tidak pernah tertinggal. Tas tersebut dapat difungsikan untuk menyimpan buku pelajaran maupun kebutuhan sekolah lain. Namun, banyak siswa yang tidak menyadari jika membawa beban terlalu berat di dalam tas sekolah dapat mengakibatkan beberapa penyakit, antara lain pegal-pegal hingga dislokasi tulang (tulang bergeser).

Berlatar belakang hal tersebut, siswa kelas 5 SD AL Azhar 29, Rafi Yudha Hidayat membuat sebuah alat yang berfungsi untuk mendeteksi berat tas sekolah yang digunakan sehari-hari oleh siswa. Detektor alat yang diberinama Bag Over Weight Sensor tersebut juga menjuarai lomba inovasi siswa tingkat nasional. Aat tersebut kini akan dipatenkan oleh pihak Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI).

Rafi yang memiliki kegemaran membaca, ketika ditemui di sekolahnya menjelaskan bagaimana kendala dan proses alat yang ditemukannya tersebut. Pada awal melakukan penelitian dan percobaan, Rafi mengaku sempat gagal hingga dua kali. Uji coba pertama, ia memakai dua sistem pegas yang ditaruh pada tali tas. Tetapi yang terjadi, beban pegas tali punggung sulit untuk diatur sehingga gagal.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -