Tak Lulus SD, Dirikan Bimbingan Belajar Gratis

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMANGAT BELJAR: Belasan anak-anak belajar di TBM Warung Pasinaon Pringapus, kemarin. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
SEMANGAT BELJAR: Belasan anak-anak belajar di TBM Warung Pasinaon Pringapus, kemarin. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Rumah sederhana di Dusun Trangkil RT 1 RW 4, Desa Pringapus Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, terlihat riuh suara anak-anak, kemarin. Ya mereka yang sedang belajar di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Warung Pasinaon (Wapas) yang didirikan seorang pekerja proyek bangunan bernama Edi Sujarwo, 35. Uniknya, Edi ternyata tidak tamat sekolah SD.

Dengan sabar, Edi mendampingi belasan anak-anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang ditugaskan guru mereka di sekolah. Anak-anak sibuk mengerjakan PR masing-masing di ruang tengah rumah sederhana tersebut. Sedangkan di ruangan terdapat rak yang penuh dengan buku-buku. Kendati baru beberapa bulan berdiri, banyak anak-anak Desa yang lebih suka belajar di Wapas. “Program membantu belajar anak-anak, tujuannya agar mereka lebih cerdas dan suka membaca. Program awal kami mengerjakan PR di sini dari jam 1-2 siang. Setelah itu kami ajak mereka membaca berbagai buku di perpustakaan kami ini sampai menjelang magrib,” kata Edi, kemarin.

Edi mengaku tergerak mendirikan Wapas karena di lingkungan tempat tinggalnya banyak orang tua yang kerja di pabrik. Sehingga tidak sedikit anak-anak yang kurang mendapatkan bimbingan belajar dari orang tuanya. Seperti yang dialami Edi, yang terpaksa tidak sampai tamat SD. Dari permasalahan tersebut bapak dua anak ini mencari cara membuat media bimbingan belajar gratis bagi anak-anak di desanya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -