Waspadai Ancaman Perang Modern

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL – Anggota TNI diminta mewaspadai adanya perang modern yang bisa menyerang sektor ideologi, budaya, pertahanan dan keamanan serta sektor kehidupan bangsa. Danrem 073 Makuratama Kolonel Kav Prantara Santosa, mengatakan perang modern terutama gerakan radikal yang biasanya diindikasi bisa terjadi di wilayah Kodim 0715 Kendal. Hal ini dikarenakan banyaknya intensitas kegiatan di wilayah teritorial diwilayah Kendal. “Anggota Kodim 0715 Kendal harus lebih waspada dan tanggap, koordinasi dengan pihak lain juga diperlukan,” katanya saat memberikan pengarahan kepada ratusan anggota TNI, yang berlangsung di Makodim 0715 Kendal, Selasa (15/9) kemarin.

Ia menambahkan, saat ini sistem dalam berperang tidak hanya menyerang secara fisik. Konflik yang terjadi dengan menggunakan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) juga berperang dengan menggunakan sistem Asimetris, apalagi kedaulatan bangsa dan negara adalah harga mati bagi prajuritTNI. Peperangan dengan sistem asimetris ini biasanya melibatkan peperangan antara dua aktor atau lebih, dengan ciri yang sangat menonjol dari kekuatan yang tidak seimbang. “Dengan spektrum perang yang luas bisa mencakup perpaduan antara trigatra-geografi, demografi, dan sumber daya alam serta pancagatra ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya,” tuturnya.

Saat ini perang yang sering terjadi menggunakan sistem Proxy War, karena adanya perkembangan teknologi tinggi. Perang yang seperti ini, lanjut dia sudah masuk ke negara Indonesia. “ Kita jelas harus siap, karena perang seperti ini sudah masuk ke Indonesia. Kunci mengatasinya bukan dengan senjata, harus dengan militansi bangsa denmgan melekatkan pemahaman wawasan kebangsaan atau nasionalisme,” bebernya. Untuk itu sudah menjadi kewajiban bagi semua warga Indonesia untuk menanamkan rasa bela negara yakni dengan mewujdukan rasa cinta kepada bangsa dan negaranya sendiri. (den/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -