Berkutu dan Tak Layak Konsumsi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL – Sejumlah masyarakat mengeluhkan beras miskin (Raskin) yang didistribusikan Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM). Sebab kualitas beras tidak layak konsumsi seperti bau, warna beras kekuning-kuningan dan berkutu. Meskipun tidak semua beras diterima warga dalam kondisi tak layak konsumsi. “Tapi hampir setiap pembagian Raskin, tak sedikit warga yang protes karena beras yang mereka terima dalam kondisi bau, warna kekuningann dan ditemukan kutu beras,” kata Kepala Desa Bulak, Kecamatan Rowosari, Zaenal Alimin, Rabu (16/9).

Ia menambahkan, setiap distribusi pihaknya menyalurkan lebih kurang 360 karung atau 15.400 kilogram kepada RTPSM di desanya. Setiap warga mendapatkan jatah beras satu karung atau 15 kilogram per bulan. Beberapa diantaranya kualitasnya tidak memuaskan dan akhirnya minta ganti dan dikembalikan ke Bulog. “Ada beberapa karung yang berkutu. Selain itu ada beras yang patah atau kecil seperti menir, warnanya kekungingan dan bau. Tapi sebagian besar sudah layak konsumsi,” imbuhnya.

Untuk pendistribusiannya, selama ini sudah sesuai dengan prosedur. Yakni dibagikan kepada warga miskin yang telah terdaftar sebagai penerima. “Tidak bagi rata, tapi memang dibagi kepada mereka yang berhak. Karena kami ingin taat aturan yang berlaku,” lanjutnya.

Dia berharap, Bulog sebagai pengelola raskin untuk dapat menjaga kualitas raskin supaya layak konsumsi. “Karena beras ini untuk dikonsumsi warga. Jadi jangan sampai timbul kesan Bulog cari keuntungan dengan menyalurkan beras yang tidak layak konsumsi kepada warga,” tambahnya.

Kepala Gudang Bulog Kendal Sub Divre 1 Semarang, Aruman mengaku sudah sudah selektif dalam menerima kiriman beras dari mitra petani yang dijual kepada bulog. Hal itu dilakukan guna menjaga kualitas beras. Selain itu, perawatan beras selama berada di gudang dilakukan secara optimal. “Jika ada beras yang tidak layak, maka kami tolak. Seperti beberapa waktu lalu, kami menolak pengiriman beras dari Demak karena berkutu dan beras patahnya dalam skala cukup banyak. Ini semua untuk menjaga kualitas,” akunya.

Sejauh ini, stok raskin yang disimpan di gudangnya masih tersisa 2500 ton. Jumlah tersebut cukup untuk kebutuhan distribusi ke desa selama lima bulan ke depan. “Tiap satu bulan, kami distribusikan 886.995 kilogram raskin ke semua desa di Kabupaten Kendal,” tambahnya. (bud/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -