Jateng Park Dibuat Tujuh Klaster

Penyusunan Masterplan Selesai

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Meski lama tak terdengar kelanjutannya, proyek pembangunan Wana Wisata Penggaron atau dikenal dengan nama Jateng Park diklaim masih terus berjalan. Saat ini, tahap penyusunan masterplan dinyatakan telah selesai.

”Pada 22 September mendatang akan diadakan pertemuan kembali sehingga dapat diketahui dengan jelas sejauh mana perkembangannya,” ungkap Sekretaris Tim Pengembangan Wana Wisata Penggaron Jawa Tengah Peni Rahayu kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (16/9).

Peni menjelaskan, dalam pertemuan tersebut nantinya akan dipaparkan hasil penelitian yang dilakukan Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P2PAR) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) selaku pihak konsultan. Hadir juga dalam kesempatan itu, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) karena berkaitan dengan pembangunan interchange dari jalan tol Semarang-Ungaran.

”Dulu awalnya memang mau dibuat rest area di KM 20, akan tetapi karena sudah dibuat di KM 22, maka bukan lagi rest area tetapi diganti In/Out interchange saja,” jelas perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Bina Produksi Setda Jateng itu.

Terkait konsep pengembangan berdasarkan zonasi, lanjut Peni, akan dibuat dalam tujuh klaster. Selain interchange area, terdapat juga konservasi hutan, eco safari, eco lodge, theme park, water park, dan juga retention lake. ”Untuk pengembangan pertama dibangun di atas 200 hektare dari 500 hektare lahan yang disediakan,” terangnya.

Disinggung apakah telah ada calon investor yang akan mengerjakan proyek tersebut, Peni mengaku belum ada. Menurut dia, sebelum menawarkan kepada pihak investor terlebih dahulu dilakukan feasibilty study (FS) yang rencananya melibatkan Fakutas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

”Dari FS itu nanti diketahui dengan jelas berapa mekanisme investasi yang dibutuhkan. Jika Oktober selesai, November sudah dapat dilakukan beauty contest (lelang). Sehingga awal 2016 sudah mulai dibangun,” tandas Peni memperkirakan butuh sekitar dana Rp 2 triliun-Rp 3 triliun.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -