Bupati Akan Stop Penjualan Miras

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN- Minuman beralkohol (mihol) atau biasa disebut minuman keras (miras) sampai saat ini masih beredar luas di Kabupaten Semarang, terutama di kawasan wisata Bandungan sebagai pusat hiburan malam terbesar. Bahkan banyak juga toko-toko mihol dan tempat karaoke yang masih beroperasi. Padahal aturannya mihol hanya boleh dijual ditempat khusus seperti hotel bintang lima.

Dengan adanya rencana pelimpahan kewenangan peredaran mihol dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, Bupati Semarang, Mundjirin berencana akan menjadikan Kabupaten Semarang bebas mihol. Namun hal itu menjadi sangat ironi, sebab Pemkab Semarang justru mengizinkan operasional pabrik mihol terbesar di Jawa Tengah. Bahkan sejumlah toko maupun tempat hiburan bebas menjual mihol.

“Sebenarnya dalam Perda kita sudah ada pembatasan peredaran. Miras tidak boleh dijual sepanjang 500 meter dari masjid, gereja dan sekolah. Tetapi jika nanti masalah miras ini dilimpahkan ke daerah, kita akan tutup semua penjualan miras,” tutur Bupati, Kamis (17/9).

Bupati mengakui di Kabupaten Semarang memang ada pabrik mihol yang saat ini masih beroperasi. Namun pihaknya berdalih keberadaannya tidak dilarang karena miras yang diproduksi tidak dijual di Kabupaten Semarang melainkan di luar negeri. “Minuman dari pabrik itu diekspor. Kalau saya sih tetap, jika kewenangan dikembalikan ke daerah akan mudah untuk menyetop,” imbuhnya.

Belum lama ini anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto yang tinggal di kawasan wisata hiburan Bandungan meminta Pemerintah Kabupaten Semarang benar-benar menegakan aturan tentang peredaran minuman beralkohol. Pihaknya menduga masih banyak tempat yang menjual minuman beralkohol, terutama di sejumlah tempat hiburan dan dijual bebas di toko dan kios-kios. Kondisi itu menurut Said, memudahkan masyarakat mendapatkan minuman beralkohol.

“Saya setuju jika ada larangan penjualan minuman beralkohol terutama di tempat umum. Sebab untuk kepentingan generasi muda kita agar tidak rusak mental dan kesehatan,” tutur politisi PAN tersebut. (tyo/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -