Kurang Serius Turunkan Angka Kemiskinan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

”Bila anggaran sektor perekonomian masih diabaikan maka jangan harap angka kemiskinan di Jateng akan turun,”

M Chamim Irfani, Ketua Komisi B DPRD Jateng

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinilai tidak serius dalam menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Terbukti, jumlah penduduk miskin di Jateng saat ini bukannya menurun, tetapi justru bertambah.

”Data BPS (Badan Pusat Statistik) Jateng, pada Maret 2015 menunjukkan jumlah penduduk miskin atau di bawah garis kemiskinan naik sebanyak 15.210 orang yakni menjadi 4,577 juta orang. Padahal pada September 2014 sebanyak 4,562 juta orang,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Jateng M Chamim Irfani, Kamis (17/9).

Chamim menjelaskan, komoditi yang memberikan pengaruh besar untuk kenaikan garis kemiskinan yakni komoditi makanan seperti beras dan rokok sebesar 72,80 persen. Oleh sebab itu, ia mengaku pesimistis target gubernur yang akan menurunkan angka kemiskinan menjadi 9,05 persen dari tahun 2014 sebesar 13,5 persen terealisasi. ”Bukannya menurun, malah akan bertambah,” imbuhnya.

Ditambahkan politisi PKB itu, ketidakseriusan gubernur terlihat pada alokasi anggaran dana pada APBD untuk sektor perekonomian masih rendah. Sehingga berdampak terhadap kelesuan ekonomi masyarakat. ”Bila anggaran sektor perekonomian masih diabaikan maka jangan harap angka kemiskinan di Jateng akan turun,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Achsin Ma’ruf. Ia menilai gubernur belum serius menekan angka kemiskinan karena alokasi anggaran sektor perekonomian pada rencana anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) Jateng 2016 masih rendah. ”Dari total RAPBD Jateng 2016 sekitar Rp 19,5 triliun, alokasi anggaran untuk perekonomian di bawah Rp 1 triliun. Jika gubernur tidak segera mengambil sikap maka dipastikan akan terkendala nanti pada saat pelaporan,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen Adv mengatakan ada kebijakan yang salah dari pemerintah sehingga angka penduduk miskin di Jateng bertambah. Ia menilai, salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya pencairan anggaran untuk pembangunan di daerah. ”Pencairan anggaran pembangunan masih di bawah 50 persen sehingga perekonomian tidak bergerak. Sebagai solusi, pemerintah harus segera mencairkan dana pembangunan itu,” pungkasnya. (fai/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -