Mirna Siap Desain Ulang Alun-Alun Kendal

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MERAKYAT: Calon Bupati Kendal Mirna Annisa (kerudung putih) memesan makanan di salah satu PKL kawasan  Alun-Alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERAKYAT: Calon Bupati Kendal Mirna Annisa (kerudung putih) memesan makanan di salah satu PKL kawasan Alun-Alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Calon Bupati Kendal, Mirna Annisa, kemarin berbaur dengan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Kendal. Mirna datang tanpa pengawalan polisi. Ia hanya datang bersama seorang temannya dengan jalan kaki. Mobil yang dikendarai ditinggal di kejauhan. Tanpa canggung, Mirna memesan makanan dan langsung melahapnya.

“Ini memang kebiasaan Mbak Mirna. Saya sendiri juga heran, Mbak Mirna ini justru setiap jalan sendiri memilih makan di tepi jalan. Sudah sering, tidak hanya di Alun-Alun Kendal ini saja. Di manapun tempat ketika Mbak Mirna ingin makan, dia selalu milih di PKL,” kata ajudan pribadi Mirna, Agam, kemarin.

Bagi Mirna, menikmati makanan PKL sudah hal biasa dilakukan. “Sudah biasa saya jajan di tepi jalan seperti ini. Memang tidak selalu di Alun-Alun Kendal, tapi warung-warung tepi jalan lainnya sudah biasa. Karena memang saya pribadi suka dengan suasana warung yang merakyat dan sederhana seperti ini,” ujar Mirna.

Mirna menilai kawasan Alun-Alun Kendal kondisinya sudah cukup bagus. Tapi, dibanding Alun-Alun Batang, Pekalongan maupun Kota Semarang, Alun-Alun Kendal masih tertinggal jauh. “Semestinya para PKL bisa ditata, sehingga bisa rapi dan indah. Jadi, ketika dilihat dari kejauhan sudah membuat orang tertarik dan tidak kumuh seperti ini. Mulai dari penataan pedagang makanan, parkir, dan tempat duduk pengunjung,” katanya.

Diakui, untuk menata PKL, perlu mendesain ulang alun-alun. Sehingga Alun-Alun Kendal bisa menjadi ciri khas Kota Kendal. “Kalau saya jadi bupatinya, semisal dari perencanaan tata kota tidak mampu, ya kita sewa arsitek dari luar negeri jika perlu untuk mendesain Alun-Alun Kendal,” ujarnya. (bud/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -