Pemerintah Abaikan Transportasi Umum

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PEDULI TRANSPORTASI: Eka S Lorena Soerbakti, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Drs Bunyamin MPd dan Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengkritisi pemerintah terkait masalah transportasi di Gramedia, Jalan Pemuda, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI TRANSPORTASI: Eka S Lorena Soerbakti, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Drs Bunyamin MPd dan Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengkritisi pemerintah terkait masalah transportasi di Gramedia, Jalan Pemuda, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemerintah hingga saat ini masih mengabaikan pengembangan infrastruktur dan sistem transportasi umum yang nyaman dan aman bagi masyarakat. Terbukti, program pembangunan dan pengembangan transportasi yang diagendakan pemerintah masih cenderung sporadis dan belum terintegrasi satu sama lain dengan baik.

”Bagusnya transportasi umum masal yang nyaman dan aman itu tergantung kepala daerah. Kurang dari 1 persen kepala daerah di Indonesia tidak bersungguh-sungguh memperhatikan transportasi umumnya. Termasuk di Kota Semarang,” kata Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno dalam diskusi Membela Angkutan Umum di Toko Buku Gramedia, Jalan Pemuda Kota Semarang, Jumat (18/9) kemarin.

Justru kebanyakan kepala daerah, imbuhnya, lebih memprioritaskan membangun jalan, ketimbang menata transportasinya. Bahkan, di Kota Semarang masih banyak perumahan yang belum ada jalur atau trayek transportasinya. Selain itu, sebagian besar anak sekolah membutuhkan transportasi yang nyaman, aman dan murah.

”Ini menjadi PR kepala daerah yang baru nanti. Jika dalam 5 tahun ke depan transportasi umum di Kota Semarang tak dibenahi, Kota Semarang akan memiliki problem yang setara dengan Jakarta,” katanya dalam diskusi yang diikuti oleh siswa SMA 1, 3 dan 5 serta mahasiswa Unika Soegijapranata ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -