Peran Perempuan Masih Dibatasi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Emansipasi – Ketua Kowani dr Giwo Rubianto Wiyogo bertukar cinderamata dengan ketua BKOW Jateng dr Tuty Hendrawan di Ballroom Hotel Grand Wahid, kemarin. (Dinar sasongko/jawa pos radar semarang)
Emansipasi – Ketua Kowani dr Giwo Rubianto Wiyogo bertukar cinderamata dengan ketua BKOW Jateng dr Tuty Hendrawan di Ballroom Hotel Grand Wahid, kemarin. (Dinar sasongko/jawa pos radar semarang)

SALATIGA – Perempuan masih belum mendapatkan porsi nyata dalam kesetaraan gender. Beberapa aturan, misalnya tentang keterlibatan perempuan dalam berpolitik, dinilai sebagai angin surga karena secara riil masih belum memiliki kemampuan yang mencukupi.

Hal itu diungkapkan Hj Zuhar Maksum, ketua I Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Jateng, kemarin. “Maka diperlukan kesamaan persepsi semua organisasi wanita untuk lebih memberdayakan perempuan. Keberagaman dari masing – masing budaya berhimpun dalam cara yang sama untuk memberdayakan perempuan. Akan sangat efektif jika kita bersama,” terang Zuhar yang juga ketua panitia raker BKOW yang dilaksanakan di Hotel Grand Wahid.Apabila semua sudah bersatu, lanjut dia,program akan diintegrasikan agar lebih efektif outputnya.

Ia menambahkan, menuturkan jika permasalahan saat ini adalah UU baru yang menyebutkan jika setiap organisasi harus berbadan hukum agar bisa mengakses bantuan dana dari pemerintah. Selain itu, penerima bantuan tidak bisa berturut. “Jadi, kendali sebagian besar organisasi tidak mendapatka fasilitasi dari pemda. Kita harus berusaha,” terang Zuhar.

Sementara itu, ketua umum Konggres Wanita Indonesia (Kowani) dr Giwo Rubianto Wiyogo menyatakan jika semua organisasi wanita harus bekerja keras dan berinovasi untuk bisa tetap menjalankan organisasi. Organisasi yang bergerak maka pemberdayaan wanita akan jalan terus. “Wanita harus lebih berdaya. Dalam politik, jangan mau jadi obyek, Jika belum mampu, janganlah dipaksa untuk berpolitik, belajarlah terlebih dahulu,” himbau dr Giwo Rubianto didepan puluhan peserta rakor kemarin siang.

Menurutnya, banyak jalan yang bisa dilakukan untuk memberdayakan wanita yang jumlahnya sangat banyak. Bila semua sudah pandai dan memiliki kemampuan, Giwo mempersilahkan berpolitik. “Semua itu perlu dipahami, agar wanita tidak menjadi obyek,” tandasnya.(sas/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -