Siswa SMA Kesatrian 1 Gelar Pemilos

606

Guru pembina sekaligus Waka Kesiswaan SMA Kesatrian 1 Semarang, Pardi, menjelaskan sebelum pencoblosan Pemilos, dilakukan tahapan-tahapan yang nyaris sama dengan pemilu pada umumnya. Mulai dari seleksi administrasi pasangan calon, penyampaian visi dan misi, debat kandidat, serta kampanye termasuk pemasangan alat peraga.

”Pemilos ini dilaksanakan persis seperti pemilu. Ada petugas KPPS yang melakukan tugas sesuai dengan fungsi masing-masing, mulai dari tata cara pendaftaran, pemanggilan pemilih yang sudah terdaftar, pemberian kertas suara, sampai petugas pendamping di bilik suara, serta petugas yang memberikan tinta (pemilih mencelupkan jari, Red) setelah melakukan pencoblosan, bahkan kotak bilik suara didatangkan langsung dari KPU,” ungkapnya.

Dikatakan, sekolah sebagai media belajar bagi siswa tidak hanya memberikan pengajaran demokrasi berupa teori, tetapi juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk terjun langsung melaksanakan pesta demokrasi di sekolah lewat Pemilihan Ketua OSIS. ”Tujuan diadakan Pemilos ini adalah untuk regenerasi dan pembelajaran berdemokrasi di sekolah,” tuturnya. (mz/sct/aro/ce1)