Desak Pemerintah Turun Tangan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Sejumlah anggota DPRD Jateng menyatakan dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah mulai dirasakan pelaku usaha di Jateng. Meski begitu, dewan mendesak agar perusahaan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) para karyawannya.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Helmi Turmudi mengatakan, dampak melemahnya nilai tukar rupiah memang sudah terasa. Sejumlah perusahaan mulai goyang, terutama yang menggunakan bahan baku impor. Meski begitu, ia meminta agar perusahaan tidak melakukan PHK secara sepihak. ”Dampaknya memang sudah terlihat, tapi saya berharap tidak ada PHK sepihak,” katanya, kemarin.

Helmi yang merupakan pengusaha mebel ini juga merasakan efek melemahnya rupiah. Bahkan di Jepara, sejumlah pelaku usaha mulai kesulitan untuk memasarkan berbagai hasil kerajinan. Sebab, selama ini banyak kerajinan Jepara yang dikirim ke luar negeri. ”Dalam kondisi seperti ini, pemerintah mestinya turun tangan dan bisa mengatasinya,” imbuhnya.

Pemerintah harus melakukan intervensi dan mengambil kebijakan yang cepat. Ia berharap, kondisi seperti ini bisa segera berakhir. Sebab, masyarakat Jateng banyak yang terdampak dampak melemahnya nilai tukar rupiah. Harga sejumlah barang kebutuhan menjadi mahal, sedangkan penghasilan tidak meningkat. ”Saat ini saja sudah ada ribuan karyawan di PHK. Pemprov harus mengambil kebijakan, kasihan masyarakat kecil jadi korbannya,” tambahnya.

Dewan mengaku sudah mendapatkan banyak keluhan baik dari pelaku usaha maupun masyarakat. Untuk itu, dalam hal ini Pemprov Jateng dituntut lebih aktif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Di antaranya dengan meningkatkan kualitas SDM di Jateng agar bisa tetap bersaing. ”Ya bisa dengan memperdayakan UMKM atau pelaku ekonomi di sektor bawah. Atau bisa meningkatkan perekonomian nelayan serta petani,” kata anggota Komisi B DPRD Jateng, Mifta Reza Noto Prayitno. (fth/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -