Hendi Jamin Keberlangsungan Kesenian Tradisional Laes

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PEDULI SENI: Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengikat tangan penari Laes dengan memakai tali. Dia menjamin keberlangsungan kesenian daerah yang hidup di kampung-kampung. (Istimewa)
PEDULI SENI: Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengikat tangan penari Laes dengan memakai tali. Dia menjamin keberlangsungan kesenian daerah yang hidup di kampung-kampung. (Istimewa)

SEMARANG – Asap dupa mengepul dan aromanya merebak saat Hendrar Prihadi datang ke sebuah lapangan di RW 1, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Sabtu (19/9). Ratusan orang berkumpul di lapangan tersebut. Terlihat beberapa warga memainkan alat musik gamelan dan ada sinden serta penari yang bersiap menyambut Hendi, panggilan akrab Hendrar Prihadi. Dupa, musik gamelan, sinden, serta penari itu rupanya merupakan bagian dari kesenian khas warga kampung setempat.

”Ini namanya kesenian Laes, Pak Hendi. Kesenian asli dari warga sini sudah ada sejak tahun 1970, namun dalam perjalanannya semakin jarang dimainkan karena peralatannya sudah rusak,” kata tokoh masyarakat setempat, Saroso, saat membuka kampanye dialogis yang ditandai dengan pementasan kesenian Laes.

Laes atau ada yang menyebut Laesan ini konon memiliki arti hampa. Sekilas, kesenian ini hampir mirip dengan Sintren dari Cirebon. Seorang penari laki-laki tampil paling awal lewat gerakan gemulai mirip tarian bidadari. Dalam kondisi trans atau setengah sadar, penari pria itu terlihat bermain dengan sesuatu yang tak kasat mata. Penonton yang mengerubungi pertunjukan terpukau oleh alunan musik dan gerakan penari.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -