Nominal Sama, Daya Sama, Jumlah kWh Beda

Hati-Hati ”Dicurangi” Pulsa Listrik Prabayar!

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

CEK PULSA LISTRIK: Ayu, karyawati salah satu rumah makan sedang mengecek besarnya sisa pulsa listrik di meteran PLN tempat kerjanya, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK PULSA LISTRIK: Ayu, karyawati salah satu rumah makan sedang mengecek besarnya sisa pulsa listrik di meteran PLN tempat kerjanya, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Penggunaan listrik prabayar atau sistem pulsa, satu sisi lebih menguntungkan, karena konsumen bisa mengontrol pemakaian listrik. Selain itu, konsumen tidak dikenai biaya beban (abonemen) seperti untuk listrik pascabayar (meteran biasa). Namun di sisi lain, ternyata konsumen kerap dirugikan dalam pembelian pulsa atau token listrik. Sebab, tarif yang diberlakukan ternyata tak seragam untuk setiap PPOB atau Payment Point Online Bank. Bukan hanya perbedaan besaran biaya administrasi, namun kilo Watt hour (kWh) yang didapat pun beda. Bahkan, ada yang perbedaannya sangat signifikan.

Seperti pengalaman Ariyani, 36, warga Pandean Lamper, Peterongan, Semarang. Kebetulan di rumahnya, ia memasang dua meteran listrik. Satu meteran lama (meteran pascabayar) dengan daya 2.200 VA, untuk rumah yang dikontrakkan. Sedangkan untuk rumah yang ditinggali menggunakan meteran PLN prabayar atau sistem pulsa dengan daya 1.300 VA.

Untuk listrik meteran lama, bagi Ariyani tidak masalah. Namun untuk listrik prabayar, rupanya sempat membuat pusing ibu dua anak ini. Pasalnya, setiap kali membeli pulsa listrik, yang didapat selalu beda. Ariyani pun bertanya, sebenarnya jumlah kWh yang didapat apa bisa dimainkan oleh setiap PPOB?

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -