Symphony Kota Lama Jadi Magnet Wisatawan

443

Tavip menambahkan, Pemerintah Kota Semarang akan selalu mendukung dan menyambut baik event-event apa pun yang melestarikan Kota Lama. Karena Kota Lama merupakan potongan sejarah yang tak terpisahkan dari cikal bakal Kota Semarang. ”Seperti ungkapan yang disampaikan Alm Prof Eko Budihardjo, bahwa sebuah kota tanpa kota lama ibarat manusia tanpa ingatan. Karena itu pihak swasta, stakeholder, dan warga mari bersama-sama melestarikan Kota Lama hingga mendunia,” ajak Tavip.

Pada event ini juga dipamerkan Pasar Sentiling yang dibuka selama 2 hari penuh, sampai tanggal 20 September. Di pasar ini ditampilkan ekspo berbagai transportasi kuno, barang-barang klitikan, galeri Semarang dan kampung akik. Tak hanya itu, pengunjung bisa memanjakan lidahnya di stan Kampung Kuliner dan meramal nasib di stan Jambala Ramalan Nasib.

Sejumlah bintang kenamaan memeriahkan event tersebut. Di antaranya Pianis Korea Prof Hye-Won Jo, pemain Jazz Nita Aartsen dan penyanyi nasional Ruth Sahanaya. Mereka bertiga membawakan mini orkestra yang memadukan antara seni musik, tari dan operet yang mengangkat harmoni nuansa symphony modern sehingga berbagai genre musik dapat masuk did alamya dengan setting view Tempoe Doloe. (zal/ce1)