Berlari, Sambil Saling Lempar Nasi

890

Warga Desa Jleper, Fakih,mengungkapkan, warga merasa senang dan gembira dengan aksi tawur nasi secara massal yang dilakukan para pemuda tersebut. Selain sebagai ajang bertemunya warga dalam kegiatan rutin tahunan ini, mereka juga bisa menikmati hiburan gratis tersebut. Selain menyaksikan aksi tawur ini, warga juga disuguhkan tontonan pertunjukan wayang kulit dengan lakon rama tambak. “Kita senang karena terhibur,”katanya.

Tokoh warga Desa Jleper, Mukhlis Gufron mengatakan, nasi yang berceceran di tanah selanjutnya dikumpulkan warga untuk ditaburkan ke areal sawah tempat mereka bercocok tanam. “Warga meyakini ada berkah yang terkandung dalam tradisi tawur nasi tersebut,”katanya.

Tradisi tawur nasi sudah mengakar dimasyarakat Desa Jleper. Dengan demikian, warga pun tidak berani meninggalkan tradisi tersebut. Anggota DPRD Demak asal Desa Jleper, Rozikan menambahkan, tradisi tersebut dapat menarik wisatawan. Karena itu, pihaknya mendorong supaya pemkab Demak bisa menjadikan tradisi tersebut sebagai kalender wisata tahunan di Kota Wali. “Ini terbukti mampu memberikan semangat bagi warga dan menghibur warga lainnya,”katanya. (hib/fth)