Puluhan Siswa SD Tak Sabar Naik Mobil Patroli

416

Para bocah lucu itu diperkenalkan berbagai macam rambu-rambu lalu lintas. ”Ini rambu-rambu apa? Ayo, yang bisa menjawab dapat hadiah,” tanya seorang polwan sembari menunjukkan rambu-rambu bergambar hurup P bergaris merah. ”Itu rambu-rambu dilarang parkir,” jawab anak-anak kompak.

Kepala SD Islam Sultan Agung 1 dan 3, Kota Semarang, Dwi Wiwik Suprihatin, mengatakan, field trip tersebut merupakan kegiatan pembelajaran luar sekolah. ”Kami melakukan field trip secara bergiliran dari kelas satu sampai kelas 6. Kali untuk kelas 1, ada dua kelas berjumlah 64 siswa,” terang Dwi. Mengenai kunjungan di Polrestabes Semarang, lanjutnya, para siswa diharapkan bisa mengenal pendidikan berlalu lintas sejak dini.

Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Polrestabes Semarang, Kompol Restiana Pasaribu mengatakan, pihaknya sangat senang dan memberi apresiasi terhadap kegiatan tersebut. ”Kegiatan ini selaras dengan program kami yakni polisi sahabat anak. Selain itu, juga sesuai dengan fungsi Binmas,” katanya.

Restiana menegaskan, arti pentingnya pengenalan sejak dini. Dalam hal ini, anak-anak selaku aset generasi bangsa diperkenalkan hal-hal dasar tentang kepolisian dan pengenalan tentang hukum. ”Diperkenalkan ada apa di kantor polisi? Tidak hanya rambu-rambu lalu lintas saja. Mereka juga diperkenalkan ini mobil patroli, ini anjing pelacak, dan lain-lain. Untuk apa semua ini? Mereka kemudian mengetahui bahwa ini semua untuk penegakan hukum. Sehingga ada proses pengenalan guna mewujudkan kondisi masyarakat sadar hukum. Itu dilakukan sejak dini,” terangnya. (amu/zal/ce1)