Vonis Sri Rahayu dan Norma Eka Selisih 3 Bulan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MANYARAN – Majelis hakim menjatuhkan vonis berbeda terhadap dua terdakwa kasus korupsi dana Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Tlogomakmur, Tlogosari Kulon, Pedurungan tahun 2012 dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (21/9).

Norma Eka Setyaningrum merupakan pegawai BKM pada bagian administrasi sedangkan Sri Rahayu merupakan mantan Bendahara BKM.

Dalam amar putusannya, ketua majelis hakim Anastacia Tyas N menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada BKM Tlogomakmur secara bersama-sama.

”Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Sri Rahayu selama 2 tahun 7 bulan dan Rp 50 juta subsider 1 bulan. Serta pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 134 juta subsider 8 bulan penjara,” kata Anastacia dalam amar putusannya.

Sedangkan terhadap terdakwa Norma Eka Setyaningrum, majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun 4 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan. Kepada Norma, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 73 juta.

”Uang pengganti tersebut harus dibayarkan dalam waktu satu bulan sejak putusan tetap. Jika dalam satu bulan tidak dibayar, maka akan disita aset kekayaannya untuk dilelang. Jika hasilnya tidak mencukupi, maka akan diganti pidana penjara selama 6 bulan,” ungkap Anastacia.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyebutkan, putusan yang dijatuhkan majelis hakim bertujuan untuk mendidik terdakwa agar bisa menyesali perbuatannya dan menimbulkan efek jera pada terdakwa. ”Hal yang memberatkan kedua terdakwa tidak turut serta memberantas tindak pidana korupsi. Adapun hal yang meringankan terdakwa sopan dan tidak mempersulit persidangan dan terdakwa mengakui perbuatannya,” ujar Anastacia.

Usai membacakan putusan, majelis hakim yang diketuai Anastacia Tyas memberikan waktu kepada kedua terdakwa selama 7 hari untuk menentukan sikap apakah menerima atau banding. (jks/mg27/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -