Panwaslu Temukan Banyak APK Tak Resmi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Semarang menemukan banyak alat peraga kampanye (APK) tidak resmi yang dipasang oleh tim pemenangan masing-masing pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Semarang. Padahal sesuai ketentuan APK yang dipasang adalah yang resmi dibuat dengan jumlah dan tempat pemasangan tertentu oleh KPU Kabupaten Semarang.

Panwaslu bersama Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL) saat ini masih melakukan pendataan APK tidak resmi yang masih terpasang. Selanjutnya data tersebut dijadikan dasar Panwaslu mengeluarkan rekomendasi penertiban APK tidak resmi.

“Kami sudah memantau ternyata masih banyak APK tidak resmi terpasang di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Semarang. Kami akan mengirim rekomendasi ke KPU dan Satpol PP agar menertibkan APK tidak resmi tersebut,”ungkap Ketua Panwaslu Kabupaten Semarang, Rinaldi, Selasa (22/9) kemarin.

Renaldi menambahkan, APK tidak resmi itu kebanyakan terpasang di sejumlah titik di wilayah pinggiran Kabupaten Semarang. Pihaknya sebenarnya sudah berusaha menurunkan APK tidak resmi tersebut. Namun tidak berapa lama, dipasang lagi.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada masing-masing tim paslon agar menurunkan APK tidak resmi yang terpasang itu,” kata Rinaldi.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang, Heri Beno, yang juga masuk dalam jajaran tim sukses salah satu paslon menyatakan bahwa jumlah APK semestinya diperbanyak. Sebab, jumlah APK dari KPU belum ideal untuk sosialisasi atau edukasi terhadap masyarakat dalam menghadapi Pilkada. (tyo/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -