Tercemar Limbah Pabrik

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TERCEMAR: Warga Desa Pasir, Kecamatan Mijen melakukan protes ditepi Sungai Wulan karena tercemar limbah pabrik dari wilayah Kudus. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
TERCEMAR: Warga Desa Pasir, Kecamatan Mijen melakukan protes ditepi Sungai Wulan karena tercemar limbah pabrik dari wilayah Kudus. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Warga yang bermukim di sepanjang Sungai Wulan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Karanganyar, Mijen dan Wedung mengeluh adanya pencemaran Sungai Wulan. Air sungai selama ini mengeluarkan bau tak sedap setiap saat, utamanya ketika air buangan dari pabrik di wilayah Kudus tersebut mengalir ke sungai yang berbatasan langsung dengan Demak, Kudus dan Jepara. Limbah pabrik tersebut juga telah merugikan masyarakat baik pemilih lahan pertanian maupun areal pertambakan.

Para petani dan petambak tidak bisa memanfaatkan air sungai. Bahkan, ikan yang dipelihara di tambak di wilayah Wedung mati terkena air limbah. Untuk mensikapi kondisi Sungai Wulan yang tercemar itu, kemarin, warga dan tokoh masyarakat Desa Pasir, Kecamatan Mijen melakukan aksi protes ditepi Sungai Wulan yang melintasi kampung penghasil bawang merah ini. Tampak pula Ketua Fraksi PKS, Kamzawi dan Danang Saputra dari Fraksi Partai Gerindra DPRD Demak.

Tokoh masyarakat Desa Pasir, Nasikun mengatakan, sungai Wulan sudah tercemar dalam kurun waktu 12 tahun terakhir. Tapi belum ada tindakan tegas dari pemerintah. Karena itu, warga pun bertahun-tahun lamanya telah merasakan pencemaran sungai tersebut, khususnya setiap musim kemarau. “Air hitam pekat dan mengeluarkan bau tidak sedap. Bila sebelumnya, warga bisa memanfaatkan untuk mandi dan mencuci, sekarang tidak bisa lagi. Untuk keperluan mandi dan minum harus beli air bersih dari Welahan Jepara. Harganya Rp 2 ribu perjerigen,”ujarnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -