Widya Gunakan Website, Mirna Pakai Media Sosial

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL- Dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kendal, Widya Kandi Suanti – Much Hilmi (Wali) dan Mirna Annisa – Masrur Masykur (Manis Bersyukur) resmi menggunakan media internet sebagai media kampanye dalam Pilkada Kendal 9 Desember mendatang. Kedua pasangan calon (paslon) ini resmi mendaftarkan website dan media sosial resmi yang digunakan oleh tim sukses masing-masing, hingga habisnya masa kampanye 5 Desember mendatang.

Penggunaan media internet dalam kampanye sesuai dengan peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang kampanye. Sejatinya setiap pasangan calon boleh menggunakan tiga akun media sosial. Kedua tim sukses pasangan calon pun wajib melaporkan penggunaan media sosial yang digunakan kepada KPUD Kendal.

” Setiap pasangan calon dibolehkan punya tiga media sosial, tapi nomor urut 1, yakni Wali menggunakan website resmi, sementara untuk pasangan nomor urut 2 Manis Bersyukur menggunakan Facebook dan Twitter,” kata Divisi Hukum, Pengawasan, Pencalonan dan Kampanye KPUD Kendal, Syukron Adin, kemarin.

Syukron memaparkan, jika pasangan Wali telah resmi mendaftarkan portal website www.waliuntukkendal.com, sementara Manis Bersyukur menggunakan akun Facebook dengan akun Manis Bersyukur dan Twitter dengan akun @Mirna_Masrur. Kedua pasangan calon telah mendaftarkan website dan akun media sosial beberapa hari lalu.

“Setelah resmi didaftarkan, kedua pasangan calon boleh melakukan kampanye dan sosialisasi di dunia maya, dengan catatan tidak melakukan pelanggaran,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, jika nantinya di lapangan ditemukan akun media sosial selain akun yang didaftarkan secara resmi oleh pasangan calon ataupun tim sukses dari pasangan calon, akun tersebut dianggap ilegal dan menjadi kewenangan Panwaslu untuk melakukan penertiban. “Untuk itu, tim sukses atau pasangan calon bisa melakukan kontrol terhadap relawannya, agar nanti tidak ditemukan pelanggaran kampanye,” tegasnya. (den/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -