Dikira Tupai, Lucu dan Menggemaskan

Lebih Dekat dengan Komunitas Pencinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI) Semarang

856

”Kebanyakan masyarakat menganggap sugar glider itu tupai. Nah, kita ingin menjelaskan kalau sugar glider berbeda dengan tupai,” kata Eprafas Aditya, salah satu anggota KPSGI kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Perbedaan itu mulai dari warna bulunya yang abu-abu dan terdapat garis warna hitam di tengah-tengahnya. Sedangkan tupai hanya berwarna abu-abu saja. Selain itu, ekor sugar glider berbentuk bulat seperti kucing lokal, sedangkan tupai ekornya mekar seperti bulu ayam.

Selain memberikan informasi kepada masyarakat, KPSGI dibentuk untuk melakukan sharing sesama anggotanya cara perawatan sugar glider mulai dari pemberian makan, hingga pemotongan kuku.

”Sugar glider itu makanannya bubur bayi, kadang diselingi ulat hongkong, jangkrik sama buah melon. Terus buat mandinya bisa disiram pakai air atau cukup dilap aja pakai tisu basah lalu dikeringin pakai tisu kering. Kukunya juga harus dipotong dan pemotongannya sama kok kayak motong kuku manusia,” jelas pria yang akrab disapa Adit ini.

Biaya yang dikeluarkan untuk perawatan hewan lucu ini memang lebih banyak untuk pembelian makanan. Dalam seminggu, Adit mengaku bisa mengeluarkan uang hingga Rp 50 ribu-Rp 100 ribu tergantung banyak sedikitnya sugar glider yang dipelihara.

Menurut pria penyuka binatang ini, selama memelihara sugar glider tidak ada kendala berarti yang dialaminya.

”Paling cuma digigit, buang air, dicakar, itu pun juga bukan duka sih cuma kebiasaan hewan kan begitu. Kalau sukanya, sugar glider bisa dibawa ke mana-mana, tempatnya kecil, mau ke mall kan juga nggak kelihatan kalau bawa sugar glider,” jelasnya.

Sugar glider milik Adit sendiri tidak pernah lepas dari jangkauannya. Karena dari awal memang telah dibiasakan untuk selalu dipegang dan hanya dilepas jika berada di dalam kamar.

”Keluarga sama temen-temen malah seneng sama sugar glider ini. Soalnya dia kan lucu dan menggemaskan. Ya malah mereka penasaran pengin pegang,” sambung Adit.