Dikira Tupai, Lucu dan Menggemaskan

Lebih Dekat dengan Komunitas Pencinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI) Semarang

856

Selain memelihara, komunitas ini juga membuat peranakan sugar glider untuk dijual. Komunitas ini menjual sugar glider kepada masyarakat guna mengurangi pembelian sugar glider melalui pengepul yang mengambil di alam liar. Sugar glider yang dijual berumur kurang lebih 2 bulan dengan harga Rp 450 ribu-Rp 500 ribu per ekornya.

”Untuk dijual kita mewajibkan setelah umur 2 bulan, soalnya di umur itu sugar glidernya masih dalam pendidikan karakter lah istilahnya. Kalau jualnya besar kan kita nggak tahu sugar glidernya itu jinak atau liar. Dijual dari umur 2 bulan ini memang biar sugar glidernya terbiasa dengan kita sejak kecil,” tambah pria yang bergabung dengan KPSGI dari awal ini.

Hingga sekarang KPSGI Regional Semarang yang dibentuk pada 2012 ini memiliki kurang lebih 40 anggota yang berasal dari berbagai kalangan, baik mahasiswa maupun para pekerja. Mereka juga banyak yang berasal dari luar kota, seperti Tegal, Pekanbaru Riau, dan Brebes.

KPSGI sendiri merupakan komunitas yang berdiri sendiri tanpa kerja sama dengan komunitas sejenis lainnya. Mereka memiliki pusat di Jakarta, di mana anggota regionalnya tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Semarang. (*/aro/ce1)