Harga Beras Melambung

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL – Kemarau panjang yang terjadi tahun ini ternyata bedampak melambungnya harga beras. Sebab, banyak tanaman padi milik petani mengalami gagal panen. Kenaikan harga beras ini sudah terjadi di sejumlah pasar tradisional. Seperti di Pasar Kendal, harga beras dengan 25 kilogram mengalami kenaikan mencapai Rp 15 ribu. Padahal sebelumnya harga beras dengan ukuran 25 kilogram, dijual dengan harga Rp 215 ribu.

Seorang pedagang beras di Pasar Kendal, Mulyati,46, menuturkan, kenaikan harga beras mulai terjadi sejak dua pekan terakhir. Hal ini disebabkan oleh mulai berkurangnya pasokan dari daerah penghasil beras yang mengalami gagal panen. ” Jenis beras C4 naik, kenaikan terjadi dua pekal lalu hingga puncaknya hari ini yang mencapai Rp 15 ribu per 25 kilogram,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, tidak semua jenis beras mengalami kenaikan, hanya beras jenis C4 saja yang harga naik. Sementara untuk beras jenis Bramo, mentik wangi tidak mengalami kenaikan. ” Kedua jenis beras ini termasuk beras premium, hingga kini harganya belum baik masih diharga Rp 270 ribu per 25 kilogram,” tuturnya.

Hal yang sama diungkapkan Priambodo, 55, pedagang beras lainnya. Ia mengatakan kenaikan harga beras jenis C4 dikarenakan keterbatasan stok yang ada di pasaran. Omsetnya mengalami penurunan lantaran para pembeli lebih memilih membeli beras eceran. “Dalam sehari sebelum harga naik, minimal bisa menjual 2 ton beras. Saat ini satu ton saja bisa dijual sangat bersyukur,” tuturnya.

Selain itu, ia menuturkan jika saat ini para pembeli lebih memilih membeli beras dengan kwalitas nomor dua. Lantaran langkanya beras jenis C4, dan mahalnya beras jenis Bramo, dan Mentik Wangi. ” Permintaanya sangat banyak, tapi stoknya berkurang. Mungkin diakibatkan kemarau panjang yang terjadi dibeberapa daerah hingga banyak petani yang gagal panen,” jelasnya.

Munjanah, 35, salah satu pembeli beras jenis C4 mengaku memilih membeli beras eceran lantaran harga beras yang melambung tinggi. Sebagai warga kecil, dirinya berharap agar Pemerintah bisa segera menyetabilkan harga agar harga beras tidak semakin melambung. ” Kalau beli perkarung, nanti tidak bisa beli lauk. Jadi terpaksa beli eceran,” tambahnya.(den/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -