Bapak Tewas, Anak Hilang

386

Duka mendalam juga dialami Sri Sutiyotanti, istri Supriyono. Ibu dua anak ini tampak berusaha tegar dengan menggendong anak keduanya yang masih berusia 11 bulan bernama Ambarwati. Sedangkan putri sulungnya, Faraisa Salsabila, berusia tiga tahun, tampak bermain di luar rumah. “Kami punya dua anak, baru saja kami ikut bapak (Sinuwun, Red) untuk tinggal bersama. Sekarang malah kena musibah, suami saya hilang, bapak meninggal,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Ia mengenang, sebelum suaminya pergi melaut, suaminya saat tidur sempat nglindur (mengigau) teriak-teriak minta tolong. Spontan, Sri langsung membangunkan suaminya. “ Kalau habis mimpi buruk, pasti dia cerita. Anehnya, malam itu tidak, dan hanya minta untuk dibuatin susu buat anak kedua saya,” katanya.

Sri sendiri masih berharap suaminya bisa ditemukan dalam kondisi selamat, sehingga bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya. “Saya cuma pengin Mas Supri kembali, yang lain belum bisa mikir Mas,” ucapnya.

Di mata keluarga, Sinuwun dan Supriyono sosok pahlawan sekaligus kepala keluarga yang bertanggungjawab. Hingga kemarin, kata dia, belum ada pihak-pihak yang bertanggungjawab terutama pemilik kapal tongkang datang untuk menyampaikan belasungkawa atau apapun. “Pak Sinuwun sudah dimakamkan siang tadi (kemarin), kami juga menunggu kabar nasib Supriyono,”tambah Sumari, kerabat korban.

Kesedihan kemarin juga dialami Aminudin, adik Muhlisin, satu dari lima korban yang hilang, warga Desa Korowelang Kulon, Cepiring. Saat ditemui di depan kamar mayat RSUD Soewondo Kendal, Aminudin tampak diliputi kecemasan. Apalagi hingga kemarin, nasib kakaknya masih belum jelas.