GPN Minta Kejati Audit Kerugian Negara

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PLEBURAN-Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kota Semarang meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah segera mengaudit seluruh kerugian negara atas Penyidikan kasus dugaan korupsi penyaluran dana bantuan sosial (bansos) Pemprov Jateng pada tahun 2011 dengan tersangka Joko Mardiyanto (JM) dan Joko Soeryanto (JS). Pasalnya hingga saat ini kerugian negara atas kasus tersebut masih ditemukan hanya Rp 654 juta dari 5 terdakwa aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

“Kami apresiasi atas kinerja Kejati Jateng. Tapi kami juga meminta Kejati segera mungkin mengaudit kerugian negara atas kasus tersebut secara keseluruhan hingga tuntas,”kata Ketua DPD II GPN Kota Semarang, Aryo Permana Kurniawan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (24/9).

Aryo berharap, lima aktifis mahasiswa yang cenderung hanya menjadi korban kasus tersebut, penyelidikan untuk tersangka lain jangan sampai dihentikan, malah harus berkembang. Ia juga meminta para tersangka lain agar segera ditahan sehingga proses hukum berjalan adil. “Kejati Jateng jangan pilih-pilih tersangka dalam menahan, harus tegas. Apalagi soal mengaudit kerugian negara, sangat disayangkangkan kalau hanya terpaku dari audit 5 aktifis mahasiswa tersebut. Belum lagi BPKP hanya melakukanya sampling dalam proses auditnya,”tandasnya.

Dalam persidangan keterangan ahli, kerugian keuangan negara atas kasus bansos tersebut dari lima aktifis mahasiswa selaku penerima diketahui hanya sebesar Rp 654 juta. Jumlah itu sendiri termasuk kerugian negara yang ditimbulkan atas 10 penerima lain yang belum diungkap identitasnya dan belum diproses hukum.

“Kesimpulan audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Jateng, terjadi kerugian keuangan negara sekitar Rp 654 juta. Secara keseluruhan dari 15 orang penerima,” kata ahli di bidang akutansi dan auditing pada BPKP Jateng, Mustaqim, saat memberikan keterangannya di Pengadilan Tipikor Semarang.

Bahkan kerugian Rp 654 juta diduga belum menyeluruh. Pasalnya total anggaran bansos dari APBB tahun 2011 diketahui sebesar Rp 26 miliar lebih itu. Artinya sisa dana bansos yang disalurkan dan diduga dikorupsi belum terungkap dan pelakunya belum diproses.

Kemarin, Asisten Intelejen Kejati Jateng, Yacob Hendrik P mengatakan, salah satu materi penyidikan yang masih diselesaiakan adalah perihal kerugian negara. Menurutnya, atas pemeriksaannya diketahui kerugian keuangan negara yang timbul akibat perbuatan mantan Kabiro dan Kabag Bina Sosial (Binsos) Sekda Jateng itu sekitar Rp 1 miliar.”Masih dilengkapi penyidikannya karena ada penambahan soal kerugian negaranya sekitar Rp 1 miliar. Sebelumnya, kerugian negara atas perkaranya ikut perkara (lima) mahasiswa Rp 654 juta (proses sidang), sesuai temuan BPKP Jateng,” kata Yakob.

Selain itu, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Jhony Manurung menambahkan, kasus bansos diindikasikan masih melibatkan sejumlah pihak, diantaranya unsur penerima bansos.”Kami masih menelusuri dan mencari alat bukti untuk pengembangan kasusnya,” sebutnya. (jks/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -