Jembatan Bambu Bahayakan Warga

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MENGKHAWATIRKAN : Jembatan darurat yang terbuat dari bambu di Desa Paesan, Kedungwuni, Pekalongan, kondisinya semakin mengkhawatirkan karena selalu goyang saat dilintasi. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGKHAWATIRKAN : Jembatan darurat yang terbuat dari bambu di Desa Paesan, Kedungwuni, Pekalongan, kondisinya semakin mengkhawatirkan karena selalu goyang saat dilintasi. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Jembatan darurat sepanjang 25 meter yang terbuat dari bambu yang membelah di atas Sungai Sengkarang Desa Paesan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, semakin membahayakan warga yang melintasinya. Pasalnya jembatan dibuat warga setempat secara swadaya, semakin padat pengendara sejak adanya perbaikan Jembatan Surabayan Kedungwuni.

Jembatan darurat bambu tersebut baru dibuat oleh warga lima bulan lalu. Keberadaan jembatan tersebut sangat membantu warga Kecamatan Kedungwuni, Karangdadap dan Buaran yang akan ke Kecamatan Wonipringgo, Kajen atau Bojong, demikian pula sebaliknya. Namun karena kurangnya perawatan, banyak kawat dan paku yang lepas pada jembatan bambu tersebut. Padahal setiap warga yang melintas di atas jembatan, wajib membayar seribu rupiah atau ribut dengan penjaga portal di ujung jembatan, jika tidak membayar.

Nuriyah, 32, warga Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, mengaku sempat hendak terjatuh saat melintas di atas jembatan bambu tersebut. Ketika melintas dari arah utara hendak ke selatan, jembatan bambu sempat goyang ke kanan dan agak gencang. Jika jembatan tersebut tidak segera diperbaiki, akan berakibat fatal dan bisa mencelakan pengguna. Bahkan, bisa ambruk.

“Goyangnya jembatan, karena yang melintas selalu di atas 10 orang. Maka goyangnya cukup terasa dan saya sempat akan terjatuh karena goyangan tersebut,” ungkap Nuriyah.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -