Lima Remaja Dibekuk

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DEMAK-Jajaran kepolisian Polres Demak dari Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) kemarin menggerebek sebuah kos-kosan di wilayah Kecamatan Mranggen. Ini setelah mendapati informasi dari masyarakat bahwa kos tersebut digunakan untuk pesta pil koplo.

Saat digerebek, polisi berhasil menangkap lima remaja yang diduga mengonsumsi pil koplo tersebut. Dua remaja itu diantaranya berperan sebagai pengedar pil koplo, yakni berinisial CA, 18, dan NA, 20. Sedangkan, remaja lainnya hanya pemakai.

Polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa 1.830 pil koplo jenis dixtro dan trihexiphenidhyl. Selain dikonsumsi, ribuan obat terlarang yang masuk daftar G tersebut sedianya juga akan diedarkan di wilayah Demak.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, dalam kasus ini, CA dan NA tercatat belum memiliki pekerjaan tetap atau pengangguran. Mereka mengaku menggunakan pil koplo karena dinilai relatif ekonomis dan bisa dijangkau kalangan bawah untuk membelinya.

Karena itu, untuk kepentingan penyelidikan, obat terlarang tersebut dikirim ke laboratorium. Akibat perbuatannya itu, kelima remaja tersebut dijerat pasal 197 dan 198 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. “Kita lakukan penggerebekan ini setelah kita mendapati informasi masyarakat setempat, bahwa sekitar kos-kosan sering dipakai untuk penjualan obat-obatan tersebut. setelah kita gerebek kita temukan ribuan pil koplo tersebut,” ujarnya.

Kasatnarkoba AKP Sigit Pasono mengatakan, pihaknya tidak pandang bulu dalam menangani kasus narkoba termasuk penggunaan obat terlarang itu. Menurutnya, pihaknya akan menindak tegas siapapun yang berbuat atau terlibat dengan obat-obatan terlarang tanpa keahlian dan kewenangan. Sebab, mereka bukan tenaga medis atau kesehatan. “Narkoba akan merusak moral generasi penerus. Mari kita hindari narkoba,” katanya.(hib/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -