Pemasangan APK Dinilai Kurang Efektif

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG- Pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai sebagian kalangan kurang efektif. Sebab, selain jumlahnya yang terbatas, lokasi pemasangannya juga tidak berada di lokasi yang strategis. Sehingga tidak mudah dilihat masyarakat.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi A DPRD Jateng, Amir Darmanto. Ia menilai pemasangan APK terkesan asal-asalan. Padahal, menurutnya, salah satu tujuan dibuatnya APK adalah untuk mengenalkan pasangan calon, sehingga dikenal luas oleh masyarakat.

“Banyak APK yang dipasang hanya pakai bambu lalu tidak bertahan seminggu. Dipasang kena angin, lalu roboh. Ini banyak terjadi di daerah seperti di Demak yang APK salah satu pasangan calon rusak,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Amir menegaskan, anggaran yang telah ditetapkan KPU untuk pembuatan APK seharusnya juga digunakan untuk pemasangan APK. Jika pemasangan dilakukan dengan baik, tentu tidak akan mengakibatkan pemborosan dan tidak ada pihak lain yang dirugikan.

“Jumlahnya (APK) sudah dibatasi, pemasangannya justru sesuka hati. Kalau mau efektif, dipasang di pasar, mal atau tempat keramaian lainnya,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Jateng Ichwanudin, menjelaskan, pemasangan APK secara resmi dilakukan oleh KPU. Artinya, APK yang tidak difasilitasi oleh KPU berarti ilegal. Dalam hal ini, setiap pasangan calon dibatasi maksimal lima baliho di tingkat kabupaten/kota, 20 umbul-umbul di tingkat kecamatan, dan dua spanduk di setiap desa/kelurahan.

“Kami menggunakan standar minimal karena semangatnya agar pasangan calon lebih aktif turun ke bawah untuk melakukan dialog dengan masyarakat,” terangnya sambil mengatakan pasangan calon jangan hanya berharap bisa meningkatkan popularitas dari APK.

Terkait lokasi pemasangan, Ichwan menegaskan APK dipasang pada satu titik secara bersama-sama. Pemasangan tersebut sejak awal telah dikomunikasikan dengan masing-masing pasangan calon. “Selain APK, kami juga menyediakan alat peraga sosialisasi di mana semua pasangan calon berada dalam satu gambar,” katanya. (fai/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -