Tongkang Tabrak Kapal, 3 Tewas

Lima Nelayan Hilang, 12 Selamat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL-Tabrakan dua kapal terjadi di perairan Laut Jawa sekitar 20 mil dari daratan Desa Pilangsari, Kecamatan Patebon, Kendal, Rabu (23/9) sekitar pukul 14.00. Kecelakaan di laut ini melibatkan kapal Ekspres I yang menarik tongkang bermuatan batu bara dengan kapal nelayan Mugi Berkah yang mengangkut 19 orang nelayan (versi lain 20 termasuk nahkoda kapal). Akibat kejadian ini, 3 nelayan tewas, 12 selamat (2 di antaranya luka ringan), dan 5 orang dinyatakan hilang.

Dua awak kapal nelayan yang mengalami luka ringan dibawa ke Semarang oleh kapal Ekspres I. Sementara 10 korban selamat berhasil dibawa ke daratan oleh petugas SAR Bahurekso Kendal. Tiga korban tewas baru bisa dievakuasi oleh petugas pada Rabu (23/9) malam sekitar pukul 22.00. Ketiganya langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Soewondo Kendal. Mereka adalah Bonari, 40, warga Korowelang Anyar, Cepiring; Solekhan, 50, warga Pidodo Wetan, Patebon, dan Sinuwun, 55, warga Pidodo Kulon, Patebon.

Sedangkan lima nelayan yang masih dalam pencarian, yakni Ratman, Supriyono, Muhlisin, Sapawi, dan Muhamad. Hingga kemarin, mereka masih dicari oleh petugas SAR Bahurekso, Basarnas Kota Semarang dan Polairud Polres Kendal.

“Tiga orang diketahui tewas tenggelam, sementara lima orang lainnya masih dinyatakan hilang,” kata Kapolsek Patebon, AKP Munasir saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kecelakaan kapal Ekspres I yang menarik tongkang dengan kapal motor (KM) Mugi Berkah berlangsung cepat. Saat itu, para nelayan penumpang KM Mugi Berkah sedang mencari ikan di perairan Laut Jawa sekitar 20 mil laut dari Desa Pilangsari, Patebon.

Menurut AKP Munasir, dari informasi yang diterima, saat kejadian para nelayan sedang sibuk mengangkat jaring ketika sedang mencari ikan tongkol. Saat itulah, tiba-tiba dari arah barat meluncur kapal Ekspres I yang menarik pontoon atau tongkang bermuatan batubara. Sebenarnya, kapal Ekspres I berhasil berbelok menghindari kapal yang ditumpangi para nelayan. Namun tongkang yang ditarik, tak mampu berbelok hingga menabrak KM Mugi Berkah. Akibatnya, kapal nelayan itu hancur dan karam, hingga seluruh penumpangnya terjun ke laut.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -