Tongkang Tabrak Kapal, 3 Tewas

Lima Nelayan Hilang, 12 Selamat

468

“Ada 19 nelayan di kapal motor tersebut, diduga mereka tidak mengetahui ada kapal tongkang yang melintas hingga terjadi tabrakan,” jelasnya.

Penjelasan serupa disampaikan Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang Agus Haryono. Menurut dia, kecelakan kapal ini bermula saat KM Mugi Berkah yang mengangkut 19 nelayan sedang menarik jangkar di perairan Kendal. Ketika menarik jangkar itu, kapal Ekspres I dari arah barat melaju dan berusaha menghindari KM Mugi Berkah. Kapal penarik tersebut berhasil menghindari, namun nahas tongkang yang dibawa kapal Ekspres I menabrak kapal nelayan.

“Upaya pencarian langsung dilakukan Tim Basarnas dan unsur SAR lainnya dengan menerjunkan KN SAR Sadewa dan kapal cepat RIB (Rigid Infatable Boat),”ujar Agus Haryono, Kamis (24/9).

Dalam pencarian yang dilakukan sejak Kamis pagi hingga pukul 16.30 kemarin, kata Agus, tim penyelam Basarnas belum bisa menyisir ke dasar laut karena kedalaman mencapai 32 meter.

Menurut Agus, pencarian masih difokuskan di lokasi kejadian, yakni 20 mil dari perairan Kendal dengan radius 5 mil. “Pencarian hari ini (kemarin) nihil, kami fokus di koordinat kapal tenggelam dengan radius 5 mil. Kemarin malam kapal masih terlihat di permukaan. Tapi tadi (Kamis kemarin, Red) sudah tenggelam di kedelaman sekitar 32 meter,” katanya.

Pencarian sendiri akan kembali dilanjutkan pada Jumat (25/9) hari ini dengan melakukan evaluasi area penyisiran. Ia juga meminta nelayan sekitar untuk membantu melakukan pemantauan dan melaporkan jika menemukan salah satu korban. “Normalnya, pencarian dilakukan selama 7 hari. Kita juga minta bantuan nelayan sekitar untuk ikut memantau,” ujarnya.

Umiyanah, salah satu keluarga korban tewas mengaku tidak mendapatkan firasat buruk sebelum terjadinya kecelakaan. “Tidak ada firasat Mas, mereka berangkat sejak pagi (Rabu pagi, Red),” katanya.

Menurut Umiyanah, para nelayan berangkat dari dermaga Desa Korowelang Cepiring pada Rabu pagi, dan biasanya pulang sore hari untuk mencari ikan di Perairan Pilangsari “Biasanya pulang sore, baru dapat kabar petang kemarin kalau kapal mengalami kecelakaan,” paparnya.