Polisi Mapping Siswa Bandel

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BARUSARI – Fenomena tawuran pelajar merupakan masalah klasik tentang kenakalan remaja yang tak kunjung bisa ditangani secara maksimal. Meski tak jarang, para pelajar yang terlibat tawuran diringkus polisi, namun seperti tidak menimbulkan efek jera. Pihak kepolisian pun dibuat ”kecapekan” dalam menangani fenomena tawuran pelajar tersebut.

Metode penanganan kepolisian yang selama ini cenderung terlibat ”kejar-kejaran” dengan pelajar tawuran, dinilai tidak efektif. Kali ini, Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polrestabes Semarang menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang untuk terus mencari solusi yang tepat sebagai upaya penanganan tawuran pelajar di Kota Semarang.

”Kami melakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Surat resmi sudah ditandatangani. Oktober (2015) mendatang sudah bisa berjalan,” kata Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polrestabes Semarang, Kompol Restiana Pasaribu dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (25/9).

Menurut Restiana, fenomena kenakalan remaja menjadi masalah kompleks yang penanganannya diperlukan melibatkan peran berbagai pihak. ”Polisi menangani tawuran pelajar secara sendirian, tidak bisa. Tentu harus ada peran serta berbagai pihak, baik Dinas Pendidikan Kota Semarang, kepala sekolah, maupun orang tua pelajar. Saat ini, sudah tidak zamannya lagi, polisi terlibat kejar-kejaran dengan pelajar tawuran,” katanya.

Maka, lanjut Restiana, penanganan tawuran perlu ditanamkan secara dini dengan memuat nilai-nilai pendidikan secara humanis. ”Kami mengajak mereka untuk berkomunikasi membicarakan bagaimana mengelola generasi muda selaku aset bangsa, secara baik dan tepat. Sehingga ditemukan pendekatan-pendekatan secara humanis,” cetusnya.

Dikatakan, dalam kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang tersebut, pihaknya akan proaktif melakukan sosialisasi terprogram dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. ”Kami juga akan melibatkan kapolsek-kapolsek untuk terlibat langsung di wilayahnya masing-masing. Perannya sebagai instruktur dalam sosialisasi di sekolah-sekolah di Kota Semarang,” katanya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -