Selamat Berkat Pelampung Jaring

Tabrakan Tongkang v Kapal Nelayan

375

Setelah menempuh 2 jam perjalanan, tepatnya 20 mil laut dari daratan Desa Pilangsari, Patebon, para nelayan langsung menebar jaring untuk menangkap ikan tongkol.

Setelah jaring ditebar, para nelayan menunggu beberapa jam. Saat itu, dari kejauhan terlihat kapal Ekspres I yang menarik tongkang bermuatan batu bara. Namun saat itu, Sinur dan awak kapal lainnya memperkirakan jika saat menarik jaring, kapal tidak akan tertabrak kapal tongkang tersebut.

”Saat itu, memang telihat kapal tongkang, tapi posisinya masih jauh. Kami pun melanjutkan menarik jaring karena belum sama sekali mendapatkan ikan dengan posisi kapal berhenti,” tuturnya.

Sibuk menarik jaring, dirinya tidak mengira jika kapal Ekspres I terus membunyikan klakson. Kapal tongkang sempat membanting kemudi, namun tiba-tiba gandengan berupa tongkang tidak bisa berbelok hingga akhirnya menabrak kapal Mugi Berkah yang ditumpangi. ”Kejadiannya sangat cepat, kami ditabrak dari kiri hingga semua awak terpelanting terjun ke laut. Kami tidak bisa saling menolong, karena dalam posisi kapal terbalik,” jelasnya.

Ketika tercebur ke laut yang cukup dalam, dirinya berusaha berenang ke permukaan sekuat tenaga. Ia mengaku tidak mengetahui teman-teman lainnya yang juga tenggelam. Setelah sampai di permukaan, ia berusaha menggapai benda yang masih megambang agar bisa bertahan hidup. Hingga akhirnya Sinur menggapai busa pelampung jaring di permukaan.

”Saat itu saya panik, nggak tahu teman lainnya di mana dan bagaimana nasibnya. Saat tenggelam saya berusaha meraih apa saja hingga menemukan busa pelampung untuk pegangan dan mencoba meminta tolong,” ceritanya.

Saat itu, Sinur mengaku dalam keadaan lemah, dan tak berdaya karena terlalu banyak minum air laut. Namun ia melihat salah satu temannya bernama Subandrio yang mencoba naik ke permukaan. Sontak, ia menarik tangan Bandrio dan mengarahkannya di kapal yang terbalik. Sinur, Bandrio dan korban selamat lainnya terapung selama 10 menit hingga akhirnya ditolong oleh kapal nelayan lainnya yang kebetulan melintas.