Selamat Berkat Pelampung Jaring

Tabrakan Tongkang v Kapal Nelayan

375

Setelah tertabrak, dirinya berusaha berenang ke permukaan hingga akhirnya ditarik oleh Sinur untuk berpegangan ke kapal yang tengah terbalik. ”Tiba-tiba ditarik Sinur. Saat itu semuanya panik dan hanya bisa bertahan. Saya tidak bisa melihat teman lainnya, karena ombak sangat besar,” tuturnya.

Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Semarang kemarin, tabrakan dua kapal terjadi di perairan Laut Jawa sekitar 20 mil dari daratan Desa Pilangsari, Kecamatan Patebon, Kendal, Rabu (23/9) sekitar pukul 14.00. Kecelakaan di laut ini melibatkan kapal Ekspres I yang menarik tongkang bermuatan batu bara dengan kapal nelayan Mugi Berkah yang mengangkut 19 orang nelayan (versi lain 20 termasuk nahkoda kapal). Akibat kejadian ini, 3 nelayan tewas, 12 selamat (2 di antaranya luka ringan), dan 5 orang dinyatakan hilang.

Dua awak kapal nelayan yang mengalami luka ringan dibawa ke Semarang oleh kapal Ekspres I. Sementara 10 korban selamat berhasil dibawa ke daratan oleh petugas SAR Bahurekso Kendal. Tiga korban tewas baru bisa dievakuasi oleh petugas pada Rabu (23/9) malam sekitar pukul 22.00. Ketiganya langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Soewondo Kendal. Mereka adalah Bonari, 40, warga Korowelang Anyar, Cepiring; Solekhan, 50, warga Pidodo Wetan, Patebon, dan Sinuwun, 55, warga Pidodo Kulon, Patebon.

Sedangkan lima nelayan yang masih dalam pencarian, yakni Ratman, Supriyono, Muhlisin, Sapawi, dan Muhamad. Hingga kemarin, mereka masih dicari oleh petugas SAR Bahurekso, Basarnas Kota Semarang dan Polairud Polres Kendal. (den/aro/ce1)