Marmo Digandrungi Warga Etnis Tionghoa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MERAKYAT: Calon Wali Kota Semarang, Soemarmo Hadi Saputro berbaur dengan warga etnis Tionghoa dan memikul kongco dalam perayaan Tiong Jiu, di kawasan Pecinan, kemarin. (IST)
MERAKYAT: Calon Wali Kota Semarang, Soemarmo Hadi Saputro berbaur dengan warga etnis Tionghoa dan memikul kongco dalam perayaan Tiong Jiu, di kawasan Pecinan, kemarin. (IST)

SEMARANG – Sosok Soemarmo Hadi Saputro, calon Wali Kota Semarang nomor urut 1, memang dikenal low profile. Suka berbaur dengan warga tanpa membedakan suku, ras, agama, maupun strata. Seperti yang terlihat dalam perayaan Tiong Jiu (Terang Bulan), yakni perayaan hari ulang tahun Kongco Hok Tek Tjing Sien atau Dewa Bumi, di kawasan Pecinan, Semarang, kemarin.

Bersama ratusan warga etnis Tionghoa, Marmo, begitu sapaan akrabnya, mengikuti kirab Kongco Hok Tek Tjing Sien. Bahkan pasangan Zuber Safawi ini tak canggung-canggung turut mengangkat Kongco Dewa Bumi tersebut, dari satu kelenteng ke kelentang lain. ”Itu Pak Marmo yang calon Wali Kota Semarang itu ya,” celetuk seorang warga yang menyaksikan kirab. ”Nah, calon pemimpin ya harus seperti ini, ikut berbaur dengan warganya, tidak jaim. Beda dengan yang lain, kalau sudah jadi pejabat, paling cuma nonton di tempat VIP,” terang warga bernama Widjajanto itu, 50, itu.

Warga lain Anggoro, 55, mengatakan hal senada. Selama ini, sosok Soemarmo memang dikenal dekat dengan warga. Termasuk etnis Tionghoa. Bahkan saat memimpin Kota Semarang dulu, Soemarmo juga sering menghadiri kegiatan atau tradisi warga etnis Tionghoa di Pecinan. ”Kalau diundang selalu hadir, jarang sekali diwakilkan. Bahkan Pak Marmo saat memimpin dulu, juga memperhatikan infrastruktur di kawasan Pecinan. Saya yakin kalau Pak Marmo jadi lagi, kawasan Pecinan tetap diperhatikan,” tandasnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -