29.737 DPS Pilkada Bermasalah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah menemukan sebanyak 29.737 daftar pemilih sementara (DPS) yang bermasalah dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015 di Jateng.

”Total DPS bermasalah sekitar 29.737 orang. Terdiri atas data pemilih tidak memenuhi syarat sekitar 25.219 orang, dan pemilih yang memenuhi syarat belum masuk DPS sekitar 4.518 orang,” ungkap Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dijelaskan Teguh, dari hasil pengawasan terhadap DPS ditemukan masih adanya pemilih yang tidak memenuhi syarat. Pemilih yang tidak memenuhi syarat itu antara lain telah meninggal dunia, sakit jiwa, masih di bawah umur 17, pemilih ganda, masih aktif menjadi anggota TNI dan Polri, serta pemilih fiktif.

”Sebaliknya, ada pemilih yang sudah menikah, berumur 17 tahun, purnawirawan TNI dan Polri belum diakomodasi dalam DPS,” katanya.

Teguh menambahkan, DPS bermasalah paling banyak terjadi di Kabupaten Wonogiri sebanyak 5.559 orang. Selanjutnya diikuti Kabupaten Kebumen sebanyak 5.501 orang, dan Kabupaten Pemalang sebanyak 4,184 orang, serta Kabupaten Sragen 2.735 orang. Sedangkan di Kota Solo tercatat sebanyak 903 orang.

”Dari data yang ada DPS bermasalah paling banyak yakni pemilih ganda sebanyak 9.085 orang, pindah domisili 6.770 orang, meninggal dunia 6.659 orang, dan pemilih fiktif sebanyak 2.050 orang,” beber mantan Ketua KPU Kebumen ini.

Teguh berharap, pada penetapan daftar pemilih tetap (DPT) pada awal Oktober mendatang tidak ada lagi masalah dengan daftar pemilih. Menurutnya, temuan DPS bermasalah ini telah disampaikan petugas pengawas pemilu lapangan (PPL) kepada panitia pemungutan suara (PPS) tingkat desa/kelurahan.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -