Pencegahan Terorisme Perlu Sinergitas Polri, Pemerintah dan Masyarakat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PERSIAPKAN SEMINAR: Dari kiri ke kanan: Brigtar Andri Perdana S, Brigtar Nahal Rizaq, Brigtar Rio Adhikara, dan Brigtar Muhammad Hazaquan. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERSIAPKAN SEMINAR: Dari kiri ke kanan: Brigtar Andri Perdana S, Brigtar Nahal Rizaq, Brigtar Rio Adhikara, dan Brigtar Muhammad Hazaquan. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Aksi radikalisme dan tindak pidana terorisme kini menjadi musuh semua negara, tak terkecuali Indonesia. Pencegahan terhadap aksi radikalisme dan tindak terorisme ini tak hanya menjadi tugas Polri. Namun perlu sinergitas antara Polri dengan stakeholder yang lain, baik TNI, pemerintah, tokoh agama, ormas, maupun elemen masyarakat lainnya.

Hal itulah yang bakal diangkat dalam seminar sekolah yang digelar para Taruna Tingkat IV Angkatan 47 Den Satryo Pambudi Luhur Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Selasa (29/9) hari ini. Seminar yang mengusung tema “Optimalisasi Sinergitas Pemerintah dengan Masyarakat Guna Pencegahan Radikalisme dan Tindakan Pidana Terorisme” ini akan diselenggarakan di Gedung Serba Guna, Kompleks Akpol Semarang Jalan Sultan Agung.

Ketua pelaksana seminar sekolah, Brigtar Rio Adhikara, menjelaskan, seminar akan menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten. Di antaranya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Drs H Saud Usman Nasution, SH, MH, MM; Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng KH Ahmad Darodji, dan mantan teroris Muhammad Nasir alias Nasir Abbas.

Narasumber lainnya, lanjut Taruna asli Jogjakarta ini, adalah Analis Kebijakan Madya Bidang Penindakan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Pol Ir Hamli ME, serta keynote speaker Wakabareskrim Polri Irjen Pol Drs H Syahrul Mamma dan moderator Metro TV Yohana Margaretha.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -